Warga perbatasan di Nunukan minta pos lintas batas di patok 478

Warga perbatasan di Nunukan minta pos lintas batas di patok 478

Pos pengawasan perbatasan di Nunukan, Kaltara. ANTARA/Dewanti Lestari/am.

Nunukan (ANTARA) - Warga perbatasan di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara meminta pos lintas batas negara (PLBN) sebaiknya dibangun di patok perbatasan RI-Malaysia nomor 478 di Sei Menggaris, karena  telah ada permukiman baik wilayah Indonesia maupun Malaysia.

Kepala Desa Sekaduyan Taka Kecamatan Sei Menggaris, Putra Sinar Jaya di Kanduangan,  Nunukan, Kamis, mengatakan, apabila PLBN tersebut dibangun di patok perbatasan nomor 708 seperti yang direncanakan, maka terkesan dipaksakan, dan manfaat bagi masyarakat di perbatasan hampir tidak ada.

Alasannya, pada patok perbatasan 708 Sei Kelayan tidak ada permukiman masyarakat baik warga negara Malaysia maupun WNI di sekitarnya, kecuali hanya hutan lindung milik Malaysia dengan lahan perkebunan kelapa sawit milik PT BSI yang masih berstatus Hak guna usaha (HGU).

Oleh karena itu, urainya, kegiatan ilegal akan tetap berlangsung karena diyakini jarang pelintas batas yang akan melewati lokasi tersebut, meskipun ada PLBN yang dibangun pemerintah pusat.

Jika ini terjadi maka pembangunan PLBN yang dimaksud justru tidak mencerminkan program Nawacita Jokowi-JK, jelas Putra.

Sementara di patok perbatasan negara Indonesia-Malaysia di nomor 478  telah lama menjadi perlintasan orang dan barang dari dan ke Serudung Malaysia.  

Pertimbangan lainnya, lokasi ini jangkauannya lebih dekat dibandingkan patok perbatasan nomor 708, karena berdekatan dengan Satgas Pamtas Gabungan Bersama Indonesia-Malaysia.

Ia mengatakan, rencana lokasi pembangunan PLBN yang diusulkan Pemprov Kaltara memang belum final karena penganggaran dan penetapan lokasi masih tarik ulur.

Namun, Putra menerangkan, usulan lokasi pembangunan PLBN di Desa Sekaduyan Taka pada patok perbatasan nomor 478  telah mendapat persetujuan Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid.

"Kalau ibu bupati Nunukan sangat setuju lokasinya di patok 478. Saya pun begitu sangat senang kalau dipatok nomor 478 dengan pertimbangan sudah ramai permukiman di sekitarnya," sebut dia.

 
Baca juga: Pos lintas batas di Nunukan ditargetkan rampung 2019
Baca juga: Empat Pos Lintas Batas Negara mulai dibangun 2019
 
Pewarta : Rusman
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019