Semoga tidak tomat, tobat kemudian kumat
Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin mengatakan, Anugerah Syiar Ramadhan (ASR) 1440 Hijriyah/2019 Masehi turut menjaga kualitas siaran televisi di bulan puasa sehingga tidak keluar dari semangat keagamaan.

"Agar semakin mendidik dan sesuai program Ramadhan," kata Ma'ruf saat memberi sambutan ASR 1440 Hijriyah/ 2019 di Jakarta, Senin.

Ma'ruf yang hadir sebagai wakil presiden terpilih itu turut dikawal ketat Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

Selain Ketum MUI, hadir juga pimpinan MUI lainnya, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, jajaran komisioner Komisi Penyiaran Indonesia, dan tokoh nasional  lainnya.

Ma'ruf berharap agar tayangan televisi terus menelurkan program-program terbaik yang mendidik secara berkelanjutan.

Berangkat dari program Ramadhan, kata dia, bisa menjadi momentum untuk memicu evaluasi program televisi menuju konten-konten yang mendorong perbaikan akhlak sepanjang tahun.

Menurut pengamatannya, terdapat kecenderungan tayangan televisi selepas Ramadhan kembali tidak terkendali.

"Semoga tidak tomat, tobat kemudian kumat," kata salah satu Muhtasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama itu.


Baca juga: MUI: lima stasiun tv tayangkan acara Ramadhan dengan sedikit masalah
 Baca juga: MUI pantau program 15 stasiun TV selama Ramadhan

Pewarta: Anom Prihantoro
Editor: Dewanti Lestari
Copyright © ANTARA 2019