Sulsel ekspor rumput laut ratusan ton per bulan

Sulsel ekspor rumput laut ratusan ton per bulan

Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah saat meninjau langsung gudang rumput laut, di Pelabuhan Perikanan Untia Makassar, Senin, (15/7). ANTARA FOTO/HO/Humas Pemprov Sulsel

Makassar (ANTARA) - Salah satu perusahaan di Sulsel CV Adi Tirta melakukan ekspor ke negara China, Amerika, Amerika Latin dan Spanyol dengan volume fantastis mencapai 100 hingga 125 ton per bulan.

Gubernur Nurdin Abdullah mengatakan, petani di Kabupaten Bantaeng, Sulsel sudah merasakan langsung penghasilan dari rumput laut, bahkan hasil dari penjualan rumput laut tersebut petani sudah bisa membeli mobil.

"Dulu dari Bantaeng itu dari harga Rp7000 menjadi Rp17.000, karena kenaikan harga yang tinggi petani langsung beli mobil. Nah sekarang sudah mencapai Rp25.000 per kilogram," katanya saat meninjau langsung gudang rumput laut, di Pelabuhan Perikanan Untia Makassar, Senin.

Kepemimpinan dan karya nyata Gubernur Prof Nurdin Abdullah dan Wakil Gubernur Andi Sudirman Sulaiman berbuah manis untuk para pengusaha dan investor.

Mantan Bupati Bantaeng dua periode itu berharap, semua yang berkaitan dengan perizinan baik ekspor maupun izin industri harus diberikan kemudahan.

Sebab, menurut Nurdin, pemerintah tidak lagi dilayani oleh masyarakat, investor atau pengusaha, tetapi pemerintahlah yang harus melayani.

"Pemerintah tidak boleh dilayani, tapi pemerintah harus melayani, bila perlu pemerintah harus menjemput bola. Ini kan investor dan pengusaha memberikan keuntungan untuk masyarakat Sulsel," jelas alumni Unhas Makassar ini.

Baca juga: NTT perkuat sentra produksi rumput laut untuk ekspor berkelanjutan

Baca juga: Pemerintah dorong peningkatan nilai tambah rumput laut
Pewarta : Abdul Kadir
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019