Ganjar: Rekonsiliasi Jokowi-Prabowo diharapkan diikuti pendukungnya

Ganjar: Rekonsiliasi Jokowi-Prabowo diharapkan diikuti pendukungnya

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. ANTARA (Agus Salim)

Semarang (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berharap rekonsiliasi antara Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang menjadi rival politik pada Pilpres 2019, dapat diikuti oleh masing-masing pendukung dari kedua kubu.

"Saya berpesan saja, para 'follower' dari 01 dan 02 mari kita terima dengan lapang dada. Jangan ada nyinyir di antara satu dengan yang lain, apapun namanya dua pemimpin kita sudah bertemu dan saya kira ini yang dirindukan dan ditunggu-tunggu," katanya di Semarang, Sabtu.

Menurut Gubernur Ganjar, pertemuan Jokowi dan Prabowo di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan, pada hari ini merupakan sesuatu yang paling dinantikan masyarakat Indonesia pascapenyelenggaraan pilpres.

Baca juga: Pengamat: Pertemuan Jokowi-Prabowo sinyal kuat dari elit kepada rakyat

"Seluruh masyarakat Indonesia menunggu ini, jadi pertemuan di stasiun itu menurut saya bagus ya di tempat yang semua masyarakat bisa melihat," ujarnya.

Mudah-mudahan, kata Ganjar, pertemuan ini bisa disambut dengan baik oleh masyarakat dan mulai detik ini dan seterusnya kembali bersatu untuk membangun bangsa.

Gubernur Jawa Tengah ini pun memuji langkah kedua tokoh tersebut yang memilih gaya egaliter saat bertemu karena berlangsung di tempat umum dan bisa dijangkau masyarakat sehingga tidak sedikit yang mengabadikan pertemuan bersejarah itu di media sosial.

Baca juga: TKN: Pertemuan Jokowi dan Prabowo sudah ada dalam agenda

"Tadi saya lihat videonya, masyarakat mengelu-elukan Pak Jokowi, Pak Prabowo bersalaman dan dua-duanya memberikan narasi-narasi positif," katanya.

Politikus PDI Perjuangan itu juga tidak mempersoalkan jika kubu pendukung Capres 02 pada pilpres lalu ada masuk ke kabinet pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin

"Indonesia ini kan besar, Indonesia ini perlu dikelola oleh kelompok-kelompok lain juga, meskipun otoritas penuh pada presiden. Presiden berkomunikasi dengan baik, jika itu bisa membikin Indonesia lebih bersatu, lebih maju, kenapa tidak?" ujarnya.

Baca juga: Jokowi-Prabowo bertemu, warga: bikin adem
Pewarta : Wisnu Adhi Nugroho
Editor: Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019