Dampak kekeringan, petani di Bekasi diimbau tunda tanam padi

Dampak kekeringan, petani di Bekasi diimbau tunda tanam padi

Sawah di Desa Ridhogalih, Kecamatan Cibarusah mengalami gagal panen akibat kekeringan. (Foto: Pradita Kurniawan Syah).

Cikarang, Bekasi (ANTARA) - Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mengimbau para petani di daerah yang mengalami kekeringan untuk menunda menanam padi.

"Melihat kondisi saat ini terutama di wilayah selatan kita, alangkah baiknya tanam padinya ditunda dulu," kata Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Nayu Kulsum di Cikarang, Minggu.

Berdasarkan data sementara yang diterimanya, lahan pertanian di tiga kecamatan masing-masing Bojongmangu, Cibarusah, dan Kecamatan Sukatani mengalami kekeringan pada musim kemarau tahun ini.

"Lahan pertanian yang mengalami kekeringan sebanyak 791 hektare dari total lahan 22.174 hektare se-Kabupaten Bekasi, ini baru data sementara," katanya.

Dari 791 hektare lahan pertanian yang mengering, 716 hektare di antaranya berada di Kecamatan Bojongmangu sementara di Cibarusah ada 28 hektare dan di Kecamatan Sukatani terdapat 47 hektare.

"Angka itu akan terus bertambah mengingat hingga saat ini hujan belum juga turun," ucapnya.

Dinas Pertanian telah melakukan sosialisasi tunda tanam ke sejumlah wilayah tersebut mengingat ketersediaan air menjadi faktor penentu keberhasilan petani agar terhindar dari gagal panen.

Sementara untuk wilayah yang masih memiliki sumber air yang cukup, pihaknya akan membantu distribusi air dengan memberikan bantuan pompa air bagi para kelompok tani.

"Bantuan pompa air dan lainnya agar sawah tetap teraliri air tapi itu pun untuk daerah yang masih ada sumber airnya. Sedangkan beberapa daerah yang tidak ada sumber airnya seperti Cibarusah, kami imbau untuk menahan agar tidak dulu menanam," katanya lagi.

Sambil menunggu datangnya musim penghujan, Nayu mengimbau petani di Cibarusah untuk menanam tanaman pangan alternatif yang tidak terlalu bergantung pada kecukupan distribusi air.

"Saya juga mengajak agar kedepannya para petani mengasuransikan tanaman padinya melalui program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) sehingga ketika alami gagal panen bisa klaim ganti rugi," kata Nayu.

Baca juga: Upaya petani Banten mengantisipasi kekeringan
Baca juga: Sawah di Indramayu terancam kekeringan, begini upaya pemerintah
Baca juga: 1.040 hektare sawah di Ciamis terancam puso
Baca juga: Lahan sawah enam kecamatan di Karawang rawan kekeringan

Pewarta : Pradita Kurniawan Syah
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019