Pemprov janjikan 10 mesin pengering kelor untuk Bumdes di Malaka

Pemprov janjikan 10 mesin pengering kelor untuk Bumdes di Malaka

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (kedua kana) didampingi Bupati Malaka Stefanus Bria Seran (kanan) meninjau produksi kelor yang dikelola BUMDes M'rian di Desa Kufeu, Kecamatan Io Kufeu, Kabupaten Malaka pada Sabtu (6/7/2019). (Foto/Dok. Biro Humas Setda Provinsi NTT)

Kupang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menjanjikan akan menyalurkan bantuan sebanyak 10 unit mesin pengering tanaman kelor yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) M'rian di Desa Kufeu, Kecamatan Io Kufeu, Kabupaten Malaka.

"Dalam kunjungan langsung ke Bumdes di Desa Kufeu, Bapak Gubernur (Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, red) telah menjanjikan akan membantu 10 unit mesin pengering kelor di sana," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Provinsi Sinun Petrus Manuk di Kupang, Minggu.

Ia menjelaskan, bantuan mesin pengering tersebut untuk meningkatkan volume produksi kelor yang ditargetkan hingga 40 ton per bulan sehingga bisa memenuhi permintaan ekspor.

Saat ini, lanjutnya, volume daun kelor kering yang diproduksi Bumdes M'rian bersama kelompok usaha bersama (KUB) mencapai 10 ton per bulan.

"Produksi mereka masih terbatas karena kekurangan mesin pengering, karena itu bantuan dari pemerintah provinsi ini agar nantinya volume produksi bisa ditingkatkan," katanya

Ia menambahkan karena ada beberapa negara yang sudah meminati untuk ekspor kelor dari NTT dalam bentuk tepung seperti Jepang, Papua Nugini.

Sinun mengatakan, untuk memenuhi permintaan ekspor, maka pihaknya terus mendorong agar produksi kelor dimaksimalkan pada lahan sekitar 85 yang sudah dibudidayakan di Desa Kufeu maupun sekitar lima desa penyangga lainnya di Kecamatan Io Kufeu.

Ia menambahkan, pihaknya akan memperkuat Bumdes M'rian menjadi salah satu dari 100 Bumdes unggulan yang ditargetkan pemerintah provinsi setempat.

Sinun mengapresiasi pihak pengelola Bumdes M'rian bersama pemerintah dan masyarakat desa yang telah memanfaatkan potensi sumber daya alam berupa tanaman kelor sebagai kekuatan ekonomi baru di desa.

Tananam kelor di sana, lanjutnya, berhasil dikelola menjadi aneka produk yang bernilai jual tepung kelor, sabun mandi, dan pelembab tubuh, melalui Bumdes.

"Bumdes M'rian ini telah menjadi inspirasi dan dijadikan sebagai bagian dari model untuk penataan Bumdes lainnya di NTT," katanya.

Baca juga: Kemendes bantu teknologi pengolahan air untuk BUMDes di Belu

Baca juga: NTT dorong BUMDes di Lapale kembangkan agrowisata

Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019