Rektor berharap program strategis di Aceh dapat ditingkatkan

Rektor berharap program strategis di Aceh dapat ditingkatkan

Rektor Unsyiah, Prof Samsul Rizal (M ifdhal)

Banda Aceh (ANTARA) - Rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Darussalam Banda Aceh Prof Samsul Rizal berharap kepada presiden dan wakil presiden terpilih agar proyek strategis nasional yang saat ini sedang berjalan dapat terus ditingkatkan guna mempercepat pembangunan di daerah tersebut.

"Kita berharap pembangunan proyek strategis nasional yang saat ini sudah berjalan di Aceh dapat terus ditingkatkan dan dapat ditambah serta dapat dipercepat lagi pembangunannya," katanya di Banda Aceh, Senin.

Pernyataan itu disampaikannya menyusul penetapan pasangan Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2019-2024 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Menurut dia, ada beberapa program pembangunan strategis nasional yang sedang berjalan di Aceh seperti pembangunan ruas jalan tol Banda Aceh-Sigli sepanjang 74 kilometer, pembangunan empat waduk besar di Kroto Paya Bakong, Rukoh Pidie, Tiro Pidie dan Paya Guci, serta Kawasan Ekonomi Khusus (KEK ) Arun. 

"Masyarakat Aceh sangat berharap perhatian khusus dari sosok Jokowi dan KH Ma'ruf Amin untuk lima tahun mendatang dalam upaya mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan," katanya.

Ia menjelaskan selama memimpin Indonesia pada periode pertama, Jokowi bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla telah memberikan perhatian besar terhadap provinsi berpenduduk sekitar lima juta jiwa itu dan perhatian yang telah diberikan tersebut diharapkan lebih besar untuk lima tahun mendatang.

Perhatian khusus dari orang nomor satu dan dua di Tanah Air tersebut sangat dibutuhkan oleh Aceh guna mempercepat pembangunan di Bumi Iskandar Muda itu sehingga tidak tertinggal dengan provinsi lainnya baik dari sektor infrastruktur, ekonomi dan juga berbagai sektor lainnya.

Ia juga meminta kepada Presiden Jokowi untuk segera menuntaskan dan mensinkronkan berbagai turunan Undang Undang Pemerintahan Aceh baik terkait Peraturan Pemerintah dan juga Peraturan Presiden sehingga tidak ada alasan lagi dari mantan kombatan yang mengatakan Presiden tidak memenuhi apa yang telah disepakati dari MoU Helsinky.

Samsul mengatakan kehadiran berbagai turunan dari UUPA tersebut akan dapat mengoptimalkan pembangunan di Provinsi Aceh yang memiliki dana besar yang dialokasikan melalui Dana Otonomi khusus oleh Pemerintah Pusat.

"Kita ingin menunjukkan kepada daerah lainnya melalui dana yang dialokasikan tersebut Aceh bisa membangun lebih baik dan untuk mewujudkan percepatan ini juga butuh perhatian khusus dari Presiden dan Wakil Presiden," katanya.

Ia juga berharap kepada Presiden Jokowi dan juga Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin dapat merealisasikan seluruh janji-janji yang disampaikan saat kampanye dalam upaya mewujudkan berbagai program pembangunan dan menyejahterakan rakyat di seluruh provinsi di Tanah Air.

Baca juga: Rektor Unsyiah ajak masyarakat bersama-sama bangun bangsa

Baca juga: Rektor: presiden terpilih adalah pilihan rakyat

 
Pewarta : M Ifdhal
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019