"Saya senang masih banyak orang yang peduli akan eksistensi budaya tradisional. Saya juga bangga bisa ikut mensupport itu," kata Dewi Gita.
Jakarta (ANTARA) - Penyanyi kondang Indonesia, Dewi Gita menyanyikan "Penari", lagu yang membawa dan melambungkan namanya ke blantika musik Indonesia, di perhelatan orkestra bertajuk "The Harmony of Betawi", di Gedung Kesenian Jakarta, Jakarta Pusat, Jumat.

"Ini lagu pertama saya yang memulai karir saya sebagai penyanyi di tahun 1996," ujar Dewi, sebelum menampilkan lagu tersebut.

Tak hanya itu, Dewi ditemani dengan orkestra yang dipimpin oleh Iwan Wiradz juga membawakan lagu-lagu lain, seperti "Sempurna" milik Andra and The Backbone, dan lagu daerah Betawi, "Dayung Sampan".

Usai pentas, Dewi mengatakan senang dapat ikut ambil bagian menjadi salah seorang seniman untuk mempertunjukkan budaya etnik Betawi dan modern ini.
Dewi Gita saat ditemui usai acara "The Harmony of Betawi", di Gedung Kesenian Jakarta, Jakarta Pusat, Jumat (28/6/2019). (ANTARA/Dea N. Zhafira)


"Saya senang masih banyak orang yang peduli akan eksistensi budaya tradisional. Saya juga bangga bisa ikut mensupport itu," kata Dewi saat ditemui di belakang panggung.

Ia berharap, acara seperti ini dapat terus dibuka aksesnya kepada publik, sehingga masyarakat bisa mengapresiasi musik nasional dan mampu membuat musik nasional untuk terus eksis dan mampu melanglang buana.

"Jadi kalau bisa ya dua tahun sekali mungkin, biar masyarakat nggak lupa, dan semua elemen mampu berkolaborasi membuat sesuatu yang keren seperti ini," ujar istri Armand Maulana ini.

Pusat Pelatihan Seni Budaya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta menghelat orkestra Betawi bertajuk "The Harmony of Betawi" untuk pertama kalinya.
Baca juga: Perhelatan orkestra Betawi digelar pertama kali di GKJ

Dalam pertunjukan ini, Iwan Wiradz sebagai music director menampilkan rentetan lagu daerah, lagu pop Indonesia, hingga lagu-lagu hits mancanegara seperti "Beat It" karya Michael Jackson dan "Love of My Life" milik Queen bersama orkestra Betawi.

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2019