Pemprov NTT harapkan program inovasi direplikasi 17 kabupaten/kota

Pemprov NTT harapkan program inovasi direplikasi 17 kabupaten/kota

Pertemuan pembahasan soal INOVASI (Antara Foto/ Kornelis Kaha)

Kupang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur berharap program Innovation for Indonesia`s School Children Australia Indonesia Partnership (Inovasi), direplikasi oleh 17 kabupaten/kota di provinsi berbasis kepulauan itu.

"Kami berharap, agar keberhasilan program Inovasi
di Sumba bisa direplikasi oleh 17 kabupaten/kota lainnya di NTT. Sebagai mitra koalisi, kami siap untuk terus bekerja sama dengan pemerintah pusat dan Kedutaan Besar Australia," kata Asisten Bidang Pemerintahan Jamaludin Ahmad di Kupang, Jumat.

Hal ini disampaikan dalam pertemuan tim pembina Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia di Aula Fernandez, Kantor Gubernur NTT.

Ia mengatakan bahwa pemerintah provinsi NTT sendiri mengharapkan agar program itu bisa kembali di lanjutkan untuk membantu pendidikan di NTT.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Sekretaris DFAT Kedutaan Besar Australia Emm Blanch, Direktur Program bersama tim INOVASI Mark Heyward serta Kepala Pusat Penilaian Pendidikan pada Badan Penelitian dan Pengembangan Moch.Abduh.

Pertemuan terkait program pendidikan, kemitraan antara Pemerintah Australia dengan Pemerintah Indonesia itu, mengusung tema "Kesiapan kabupaten sedaratan Sumba dalam pelembagaan hasil rintisan INOVASI, guna peningkatan hasil belajar anak-anak".

Forum tersebut membahas kesiapan empat kabupaten di daratan Sumba dan Forum Peduli Pendidikan Sumba (FPPS) untuk mengambil-alih hasil rintisan program, yang sudah berjalan selama 18 bulan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Benyamin Lola menyampaikan apresiasinya terhadap dukungan Pemerintah Australia. Sekalipun urusan pendidikan dasar menjadi kewenangan pemerintah kabupaten/kota, pemerintah provinsi merasa berkepentingan untuk mendukung suksesnya program itu.

"INOVASI dalam waktu yang singkat telah menerapkan kegiatan-kegiatan spesifik, dapat meningkatkan mutu pendidikan dasar. Harapan kami, bisa disinergikan dengan misi pemerintah provinsi untuk meningkatkan mutu pendidikan menengah di NTT," ujar dia.

Untuk diketahui, program yang resmi ditandatangani kesepakatannya pada 2 November 2017 itu akan segera berakhir.

Hingga akhir 2018, Program INOVASI telah melaksanakan tujuh kegiatan rintisan di Sumba yaitu literasi dasar, membaca di kelas awal, perpustakaan ramah anak, bahasa ibu sebagai bahasa pengantar di kelas awal, kepemimpinan dalam pembelajaran, guru BAIK serta pendidikan inklusif.

Kegiatan-kegiatan tersebut telah membuahkan hasil yang baik bagi peningkatan kompetensi guru maupun peningkatan mutu proses pembelajaran. Sebagai bentuk dukungan, keempat kabupaten sedaratan Sumba saat ini telah mengalokasikan dana pendampingan.

Dukungan tersebut diperuntukkan bagi pembiayaan mandiri, perluasan penerapan program rintisan ke sekolah atau gugus lain di luar mitra INOVASI.

Emma Blanch belum bisa memastikan jawaban atas permintaan peserta rapat, terkait keberlanjutan program.

Emma menyebutkan usulan untuk kelanjutan Program INOVASI, fase kedua, akan dibicarakan secara internal.

"Hasil pembahasan internal tersebut, diharapkan sudah bisa diputuskan sebelum akhir tahun 2019 ini," tambah dia.

Baca juga: NTT kirim 25 anak muda belajar pariwisata di Australia

Baca juga: Kemendikbud alokasikan Rp3,7 triliun untuk pendidikan NTT
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019