Jakmania berharap tribun tanpa asap rokok didukung PSSI

Jakmania berharap tribun tanpa asap rokok didukung PSSI

Suasana tribun penonton saat menyaksikan laga persahabatan antara Indonesia melawan Islandia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Penonton di tribun stadion itu sudah dilarang merokok. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Jakmania Ferri Indrasjarief berharap tribun tanpa asap rokok yang digerakkan Jakmania bisa didukung PSSI untuk menjadi sebuah aturan dalam pelaksanaan pertandingan sepakbola.

"Kesadaran Jakmania terhadap tribun yang bebas asap rokok sudah mulai terbentuk. Kalau tidak didukung, bisa terkikis," kata Ferry saat beraudiensi dengan PSSI bersama Koalisi Masyarakat untuk Pengendalian Tembakau di Jakarta, Rabu.

Ferry mengatakan sebelumnya dia pernah mengampanyekan antirasisme dalam pertandingan sepakbola yang kemudian juga didukung oleh PSSI. Karena itu, hal serupa dia harapkan bisa terjadi terhadap gerakan tribun tanpa asap rokok.

"Kalau didukung aturan-aturan dari federasi dan semua tribun dalam Liga1 bisa bebas asap rokok, pasti pertandingan sepakbola di Indonesia bisa lebih baik," tuturnya.

Penasihat Indonesia Institute for Social Development (IISD) Sudibyo Markus mengatakan kelompok-kelompok pendukung pengendalian tembakau tidak pernah berpikir melarang seseorang merokok.

Pasalnya, rokok membuat kecanduan. Menurut Sudibyo, dari 100 orang perokok yang ingin berhenti merokok, biasanya hanya lima persen saja yang berhasil.

"Memang gerakan kami menentang arus sehingga tidak populer. Namun, saat ini gangguan dari kegiatan merokok semakin terasa. Belum lagi bukti-bukti ilmu pengetahuan yang menemukan bahaya dari rokok," katanya.

Koordinator Koalisi Masyarakat Sipil untuk Pengendalian Tembakau Ifdhal Kasim mengatakan klub-klub sepakbola di Eropa sudah melarang aktivitas merokok di dalam stadion milik mereka. Praktis stadion menjadi tempat yang sehat dan bebas asap rokok.

"Di Indonesia, baru di Stadion Gelora Bung Karno yang berada di bawah pengelolaan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang sudah menerapkan larangan merokok," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Infrastruktur Keamanan dan Keselamatan Sepakbola PSSI Nugroho Setiawan yang menerima audiensi tersebut mengatakan stadion di luar negeri memang memberlakukan larangan merokok secara ketat.

"Mereka melarang rokok, tetapi menyediakan tempat untuk merokok. Secara pribadi saya mendukung tribun tanpa asap rokok, tetapi secara organisasi akan kami laporkan. Hal ini akan menjadi perhatian kami," tuturnya. 

Baca juga: Koalisi masyarakat minta PSSI wujudkan tribun tanpa asap rokok
Baca juga: Koalisi Smoke Free menilai Jakarta darurat asap rokok
Baca juga: Asap rokok jadi bencana kesehatan Indonesia
Pewarta : Dewanto Samodro
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019