BPBD: Belalang kumbara kembali menyerang Sumba Timur

BPBD: Belalang kumbara kembali menyerang Sumba Timur

Belalang Kumbara yang kembali menyerang Sumba Timur. (Antara Foto/Rambu P)

Kupang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumba Timur, NTT melaporkan bahwa terdapat dua jenis hama belalang kumbara yang kembali menyerang Kabupaten Sumba Timur.

"Ada dua jenis belalang kumbara yang saat kami pantau mulai menyerang kabupaten Sumba Timur. Dua jenis itu adalah belalang kumbara yang sudah bisa terbang, dan yang belum bisa terbang alis belum memiliki sayap," kata Kepala BPBD Sumba Timur Martina Djera saat dihubungi Antara dari Kupang, Rabu.

Ia mengatakan ratusan ribu belalang kumbara itu berada di wilayah padang Tandening, Desa Kaliuda, Kabupaten Sumba Timur.

Martina mengatakan menurut laporan dari hasil pantauan petugas BPBD Sumba Timur di lapangan terdapat kurang lebih 10 hektare area di sekitaran SMA negeri 1 Pahunga Lodu dikuasai oleh ribuan belalang tersebut.
Belalang Kumbara yang kembali menyerang Sumba Timur. (Antara Foto/Rambu P)
Ribuan belalang kumbara tersebut kata dia belum menyerang lahan pertanian milik masyarakat di daerah itu.

"Sampai saat ini belum ada laporan ada serangan hama belalang kumbara di lahan pertanian. Tetapi kami pasti akan berusaha untuk memberantasnya," katanya lagi.

Pihaknya kata dia akan segera berkoordinasi dengan dinas Pertanian dan Tanaman Pangan untuk selanjutnya melakukan pencegahan agar tak menyerang tanaman warga.

Sebelumnya pada Mei lalu juga BPBD NTT melaporkan bahwa Belalang Kumbara juga menyerang lahan pertanian di seluruh pulau Sumba.

Kurang lebih 30 spot yang menjadi lokasi berdiamnya ribuan hama belalang kumbara tersebut bahkan telah merusak puluhan hektare tanaman pertanian milik petani di wilayah itu. 

Baca juga: Pemprov NTT bantu penanganan hama belalang di Sumba Timur
Baca juga: DPRD NTT desak pemerintah segera atasi penyeberan hama belalang
Baca juga: Pemkab Sumba Timur berupaya cegah serangan hama belalang

 
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019