Polisi: Kerugian materiil kebakaran pabrik mancis masih dirinci

Polisi: Kerugian materiil kebakaran pabrik mancis masih dirinci

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo (Foto: Dyah Dwi Astuti)

Jakarta (ANTARA) - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan kerugian materiil secara keseluruhan dalam peristiwa kebakaran pabrik perakitan mancis, Jalan Tengku Amir Hamzah, Dusun IV, Desa Sambirejo, Binjai, Langkat, masih dirinci.

"Untuk kerugian materiil antara lain ada kendaraan roda dua 11 unit, rincian masih dirinci secara keseluruhan," tutur Dedi Prasetyo di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Senin.

Sementara seluruh jenazah korban kebakaran pabrik mancis pada Senin pukul 03.20 WIB telah dikebumikan, selain tujuh jenazah yang dikebumikan terlebih dahulu pada hari sebelumnya.

"Untuk jenazah sudah diserahkan kepada pihak keluarga dan sudah dimakamkan oleh pihak keluarga," tutur Dedi Prasetyo.

Seluruh korban yang sudah dikebumikan itu adalah Gusliani, Sama Asih, Sri Ramaghani, Yuli Fitriani, Hairani, Alpia, Rita Susanti, Wiwik Herawati, Priskawati Tindaon dan Siamini Tindaon.

Selanjutnya Sri Wahyuni, Yunita Saeri, Mia Sahfitri, Ayu Agustina, Sawitri, Nurhayati, Kiki Indah Rahayu, Marlia, Siti KHadijah, Desi Setiani br Sembiring, Rezki Maharani, Santi Bina Br Sembiring dan Rismayani.

Sehari sebelumnya tujuh jenazah juga sudah dikebumikan adalah Syifa Oktaviana, Sahmayanti, Rina, Bisma Syahputra, Runisa Syaqila, Vinkza Parisyah dan Zuan Ramadhan.

Dari total 30 jenazah tersebut, 25 di antaranya merupakan orang dewasa dan lima masih anak-anak.

"Untuk korban yang sudah berhasil diidentifikasi berdasarkan hasil tim DVI ada 30 terdiri dari 25 dewasa dan lima anak-anak," kata Dedi Prasetyo.

Baca juga: Mabes Polri kirim anggota bantu identifikasi korban kebakaran Langkat

Baca juga: Seluruh jenazah korban kebakaran pabrik mancis selesai dikebumikan

Baca juga: Dinas Sosial upayakan bantuan kepada korban kebakaran pabrik mancis


 
Pewarta : Dyah Dwi Astuti
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2019