Unram dan tiga "dewa" barunya

Unram dan tiga

Gubernur NTB Zulkieflimansyah (tengah) bersama Rektor Unram Prof Lalu Husni M.Hum menghadiri pengukuhan tiga guru besar Unram, di Mataram, Kamis (20/6/2019). (ANTARA/Awaludin)

Mataram (ANTARA) - Senat Universitas Mataram (Unram), Nusa Tenggara Barat, mengukuhkan tiga guru besar dalam rapat senat terbuka yang berlangsung di ruang sidang rektorat, Kamis.

Ketiga guru besar tersebut, yakni Prof Dr Hj RR Titiek Herwanti, Dra, M.Si sebagai guru besar ilmu ekonomi Islam pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prof Dr H Salim HS, SH, MS sebagai guru besar hukum perdata pada Fakultas Hukum, dan Prof Dr H A Wahab Jufri, M.Sc sebagai guru besar pendidikan biologi pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

Gubernur NTB Zulkieflimansyah, yang hadir dalam acara tersebut, mengajak untuk meresapi makna pepatah China. "Gunung itu tidak harus tinggi, yang penting ada dewanya. Sungai itu tidak harus dalam yang penting ada naganya," kata saat menyampaikan sambutan.

Ia mengumpamakan jika Unram adalah gunung maka tidak perlu besar, yang terpenting memiliki profesor terbaik yang menjadi dewanya, sehingga menjadi magnet tersendiri bagi Unram.

"Hari ini kita menyaksikan pengukuhan tiga dewa baru. Mudah-mudahan dewa baru di Unram ini mampu menjadi magnet tersendiri buat banyak mahasiswa, buat banyak peneliti, buat banyak cendikiawan bahkan banyak proyek-proyek mengejar kita disini karena ada dewa yang bersemedi di Unram," ujarnya.

Dalam pidato pengukuhan yang berjudul "Sumber Daya Insani Yang Berkualitas Sebagai Pilar Utama Pembangunan Ekonomi Islam" (Kondisi Pekerja Anak di Nusa Tenggara Barat), Prof Titiek menyampaikan bahwa ekonomi Islam hadir untuk menjembatani.

Bahkan akan mewujudkan cita-cita ideal dari setiap sistem perekonomian, yaitu mewujudkan kesejahteraan dunia dan akhirat di bawah panji-panji aturan Islam yang berpedoman pada dua sumber hukum utama yaitu Al-Quran dan Al-Hadist ditambah dengan ijtihad para ulama.

"Kemaslahatan yang seimbang antara kebutuhan dunia dan akhirat akan terwujud bila dalam tata kelola pembangunan suatu bangsa dilaksanakan oleh sumber daya manusia yang berkualitas," kata Titiek.

Menurut dia, sumber daya manusia (insani) yang berkualitas dalam ekonomi Islam merupakan suatu keniscayaan, karena sejak awal manusia diciptakan dan diturunkan di bumi adalah untuk memakmurkan bumi dan isinya agar manusia itu mencapai kemakmurannya.

Ia juga menerangkan bahwa sumber daya yang berkualitas harus dibentuk dari anak dengan memberikan ruang kebebasan kepada mereka untuk berekspresi dan menikmati jenjang pendidikan dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi.

"Dengan berpendidikan sumber daya manusia akan memiliki ilmu pengetahuan yang menguasai teknologi sesuai dengan kapasitas dan kemampuannya," ucap Titiek.

Sementara itu, Prof Salim yang merupakan guru besar bidang hukum perdata menyampaikan pidato pengukuhan berjudul "Sengketa Pertambangan di Indonesia".

Ia menjelaskan bahwa kegiatan pertambangan mempunyai peranan yang sangat penting dalam menunjang pembangunan nasional, karena dengan adanya kegiatan itu, akan memberikan dampak positif dalam bidang perpajakan, ekonomi, sosial budaya maupun bidang ketenagakerjaan.

Hasil penelitian terhadap kegiatan penambangan illegal oleh Prof Salim menunjukkan bahwa dampak positif dari kegiatan penambangan secara illegal antara lain meningkatnya pendapatan penambang rakyat, meningkatnya pendidikan anak-anak penambang rakyat, dan meningkatnya hubungan sosial kemasyarakatan penambang rakyat dengan berbagai suku di seluruh Indonesia, seperti Sasak, Sunda, dan lain-lain.

Meskipun demikian, dampak negatif yang ditimbulkan oleh kegiatan pertambangan juga sangat banyak seperti rusaknya lingkungan hidup (49 persen), tercemarnya sungai-sungai (11 persen), longsor (14 persen), rusaknya hutan (3 persen), erosi (6 persen), jalan menjadi rusak (3 persen), terjadi kecelakaan (6 persen), dan konflik sesama penambang (8 persen).

"Dampak negatif yang paling dominan dari adanya kegiatan pertambangan rakyat, yaitu rusaknya lingkungan hidup (49 persen)," kata Prof Salim.

Secara umum sengketa atau konflik yang terjadi dalam pengelolaan pertambangan, baik di Indonesia maupun di negara lain, yaitu sengketa wilayah kontrak karya, sengketa divestasi saham, sengketa kewenangan antara lembaga negara, sengketa lingkungan, dan sengketa antara perusahaan tambang dengan masyarakat adat atau pribumi.

"Hal ini disebabkan karena perusahaan tidak melakukan pemberdayaan terhadap mereka," ujarnya.

Untuk menghindari terjadinya konflik tersebut maka perusahaan tambang harus memberikan kesempatan atas partisipasi masyarakat, pemilikan saham oleh masyarakat setempat, pengakuan terhadap tana balo tolo (tanah waris), diprioritaskan penerimaan tenaga kerja lokal, divestasi saham diperioritaskan bagi daerah penghasil, dan program CSR harus dilaksanakan pada saat dimulainya kegiatan eksplorasi tambang.

Prof H A Wahab Jufri, yang mendapatkan kesempatan terakhir saat menyampaikan pidato pengukuhan dengan judul paradigma pendidikan sains di era revolusi industri 4.0 menegaskan pentingnya strategi integrasi untuk pengembangan karakter Peserta didik dan keterampilan abad 21, yaitu dengan meningkatkan relevansi kurikulum, dan meningkatkan keterampilan berpikir secara simultan.

Selain itu, mengintegrasikan kreativitas dengan tujuan dan proses belajar, mengintegrasikan keterampilan berkomunikasi, mengintegrasikan keterampilan berkolaborasi.

"Tugas utama pendidik masa kini adalah memfasilitasi peserta didik untuk menguasai keterampilan abad ke 21. Pembekalan peserta didik dengan keterampilan abad ke-21 akan dapat membantu generasi muda untuk tumbuh dan berkembang," kata Prof Jufri.

Rektor Unram Prof Lalu Husni, M.Hum, mengatakan menjadi guru besar tidak mudah. Salah satu persyaratan yang harus dipenuhi adalah memiliki karya ilmiah yang diterbitkan di jurnal internasional bereputasi terindeks scopus atau yang setara dengan itu.

Oleh sebab itu, kebijakan yang ditempuh Unram adalah dengan membuka skema penelitian untuk guru besar yang dananya mencapai Rp40 juta/judul dengan melibatkan dosen dalam jabatan lektor kepala dan hasilnya dipublikasikan di jurnal internasional bereputasi yang dipergunakan untuk pengusulan calon guru besar.

Dengan demikian diharapkan guru besar di Unram akan terus bertambah,” katanya.

Semoga dengan dikukuhkannya ketiga guru besar Unram akan semakin meningkatkan performa dan kinerja Unram khususnya daya saing baik di tingkat nasional maupun internasional.*

Baca juga: FK Unram temukan bayi tanpa anus dampak merkuri dari peti di Sumbawa

Baca juga: BTNGR-Unram bermitra bangun Pusat Penelitian Penangkaran Rusa
Pewarta : Awaludin
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019