Jayapura (ANTARA) - Dampak dari gempa berkekuatan 6.3 SR yang terjadi Kamis (20/6) sekitar pukul 00.24 WIT di Sarmi, menyebabkan kerusakan sejumlah rumah warga di Distrik Tor Atas.

Memang ada laporan tentang kerusakan rumah warga yang ditimbulkan akibat gempa, namun hingga kini masih menunggu laporan lengkap, termasuk lokasi nya berada di distrik mana , kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Papua Robert Welliam Manderi kepada Antara di Jayapura, Kamis.

Diakui, karena belum lengkapnya data tentang kerusakan menyebabkan pihaknya belum melaporkannya ke BPBN.

Sementara itu Kapolres Sarmi AKBP Paul Izak Sakoli secara terpisah mengaku baru mendapat laporan tentang kerusakan rumah warga di kampung Iswari, Distrik Tor Atas, sekitar pukul 18.00 WIT, namun belum bisa memastikannya karena masih menunggu laporan kapolsek.

“Saya mendapat laporan ada tiga hingga delapan rumah warga yang rusak akibat gempa 6.3 SR yang terjadi Kamis dini hari, namun untuk memastikan masih menunggu laporan dari Kapolsek atau Kadistrik Tor Atas karena terbatasnya sarana komunikasi ke daerah itu,” kata Paul Izak.

Ketika ditanya tentang korban jiwa, Kapolres Sarmi mengaku belum mendapat laporan.
“Kami masih menunggu laporan mengingat akses ke kampung tersebut cukup sulit dijangkau sementara telekomunikasi juga tidak ada akibat tower SSB tersambar petir,” kata AKBP Sakoli.*


Baca juga: Kabupaten Sarmi-Papua kembali diguncang gempa 4,4 SR

Baca juga: Gempa tektonik 6,3 SR guncang Kabupaten Sarmi

Pewarta: Evarukdijati
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
Copyright © ANTARA 2019