Penyebar paham Sensen sebagai presiden diancam lima tahun penjara

Penyebar paham Sensen sebagai presiden diancam lima tahun penjara

Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna (kanan) menunjukan barang bukti dan tersangka kasus penyebaran paham Sensen Komara sebagai Presiden Indonesia dan rasul di Markas Polres Garut, Jawa Barat, Selasa (18/06/2019). (Feri Purnama)

Garut (ANTARA) - Kepolisian Resor Garut menangkap seorang warga yang menyebarkan paham Sensen Komara sebagai Presiden Indonesia dan juga rasul di Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut, Jawa Barat, diancam hukuman lima tahun penjara karena melanggar pasal makar dan penodaan agama.

"Tersangka ini diancam kurungan penjara selama-lamanya lima tahun," kata Kepala Kepolisian Resor Garut AKBP Budi Satria Wiguna saat jumpa pers kasus penangkapan tersangka penyebar paham Sensen sebagai presiden dan rasul di Markas Polres Garut, Selasa.

Ia menuturkan, tersangka bernama Hamdani (48) warga Kampung Babakan Limus, Desa Purbayani, Kecamatan Caringin, Garut, yang ditangkap setelah menyebarkan tulisan berisikan Sensen sebagai presiden, rasul dan juga Imam Negara Islam Indonesia.

Kepolisian, lanjut dia, terpaksa mengamankan tersangka karena telah menimbulkan keresahan di masyarakat yang khawatir terjadi tindakan negatif dari masyarakat terhadap tersangka maupun keluarganya.

"Kami amankan untuk mengantisipasi reaksi warga yang dapat mengganggu keamanan di masyarakat," kata Kapolres.

Ia mengatakan, hasil pemeriksaan sementara tersangka mengakui telah menyebarkan selebaran kertas dan mengakui Sensen Komara sebagai rasul dan Presiden Indonesia.

Kapolres menyampaikan, tersangka telah menunjukan diri secara terang-terangan melakukan tindak pidana penodaan terhadap agama yang dianut di Indonesia seperti dijelaskan Pasal 156 a tentang penistaan agama dan Pasal 64 perbuatan pidana yang berulang.

"Unsur pasal barang siapa dengan sengaja dimuka umum mengeluarkan perasaan atau perbuatan yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia," katanya.

Kapolres menyampaikan, sementara tersangka dalam kasus tersebut hanya satu orang, terkait ada tersangka lain masih terus didalami termasuk menelusuri siapa saja pengikutnya.

"Belum ada tersangka lain, ini murni dia berbuat sendiri ingin menimbulkan keresahan membuat sensasi," katanya.

Sementara tersangka ditahan di Markas Polres Garut untuk pemeriksaan dan penyelidikan hukum lebih lanjut.

Polisi juga menyita barang bukti berupa lembaran kertas yang bertuliskan pengakuan diri terhadap Sensen sebagai Presiden Indonesia, rasul dan Imam Negara Islam Indonesia, kemudian laptop dan data orang keluarganya.

Baca juga: Keluarga pengikut ajaran Sensen Komara dipantau

Baca juga: Pembuat selebaran Sensen sebagai presiden jadi tersangka
Pewarta : Feri Purnama
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2019