ULM dan Solidaridad teken MoU

ULM dan Solidaridad teken MoU

Rektor ULM Prof Dr H Sutarto Hadi dan Direktur Pengelola Regional Solidaridad Asia Shatadru Chattopadhayay saat menandatangani MoU. (antara/foto/firman)

Banjarmasin (ANTARA) - Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dan Solidaridad sepakat menjalin kerjasama yang dituangkan ke dalam naskah Nota kesepahaman (Memorandum of Understanding atau MoU) pengembangan ekonomi berkelanjutan.

MoU diteken langsung Rektor ULM Prof Dr H Sutarto Hadi dan Direktur Pengelola Regional Solidaridad Asia Shatadru Chattopadhayay di General Building Lecture Theater ULM di Banjarmasin Selasa,.

Penandatanganan MoU itu dilaksanakan di sela pemberian anugerah gelar Honoris Causa atau Doktor Kehormatan untuk Nico Roozen yang notabene pendiri dan pengembang organisasi Solidaridad, pelopor dalam bidang ekonomi berkelanjutan yang inklusif.

"Dengan kerja sama ini, kita akan membuat semacam training-training mengajak mahasiswa ULM untuk berkunjung dan belajar selama dua minggu di project-project yang dikerjakan Solidaridad baik dalam negeri maupun negara lain seperti India, Malaysia dan sejumlah negara lainnya," kata Sutarto.

Kerja sama itupun, kata dia, sangat bernilai strategis untuk membuka wawasan dan pengalaman mahasiswa ULM melihat secara langsung kiprah yang dilakukan
Solidaridad di bidang pemberdayaan masyarakat.

"Dengan ilmu dan pengalaman yang didapat nantinya, kita harapkan muncul generasi-generasi baru mahasiswa dan alumni ULM yang visioner memiliki jiwa sosial tinggi serta berwawasan global," tandas Sutarto penuh semangat.

Sementara Shatadru menyatakan pihaknya akan dengan senang hati membuka diri untuk mahasiswa ULM yang ingin melihat program-program yang mereka jalankan di Indonesia dan bahkan untuk kasus-kasus istimewa dari program-program yang dijalankan di negara lainnya di Asia.

"Keterkaitan pendiri organisasi kami
Nico Roozen dengan ULM tentu dapat mengeratkan kerja sama antara Solidaridad dan ULM," tuturnya.

Adapun salah satu manfaat langsung, ungkap Shatadru, yakni mahasiswa ULM akan memiliki kesempatan untuk bisa berdialog sebanyak dua kali dalam setahun dan mendapatkan ilmu dari Nico yang notabene memiliki pengalaman di bidang pengembangan berkelanjutan selama lebih dari 40 tahun.

Solidaridad adalah organisasi jaringan internasional yang memiliki kantor di seluruh dunia. Mereka memiliki satu agenda dan strategis yaitu "Bersama kita belajar dan berkembang, bersama kita mencapai hasil, dan bersama kita memutuskan langkah untuk masa depan".

Jaringan Solidaridad terdiri dari 7 Pusat Keahlian Regional yang berlokasi di Asia, Amerika Latin, Amerika Utara, Amerika Tengah, Afrika Selatan, Tengah, Timur dan Barat serta Eropa yang masing-masing memiliki keahlian dan fokus tersendiri.

"Kami kini beroperasi di 52 negara dalam kurun waktu setengah abad terakhir," katanya.

Solidaridad mengatasi tantangan yang disebabkan oleh kuatnya arus pertambahan populasi global dan melakukan pengurangan kemiskinan yang disebabkan oleh tekanan pada lahan pertanian dan sumber-sumber air.

Solidaridad telah membuka kantor cabang di Kalimantan Barat dan Timur.

"Kami akan melakukan ekspansi program ke Kalimantan Selatan dan ULM akan memegang peran penting dalam hal ini," kata Shatadru.

Baca juga: Prodi Ilmu Hukum ULM sediakan 261 kursi untuk SBMPTN
Baca juga: S1 Pendidikan Guru PAUD ULM raih Akreditasi A
Baca juga: DPR jaring pendapat ruu kehutanan di ULM

 
Pewarta : Firman
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019