Agam masih butuh 66 papan petunjuk evakuasi tsunami

Agam masih butuh 66 papan petunjuk evakuasi tsunami

Ilustrasi - Warga melintas di bawah papan petunjuk arah evakuasi bencana tsunami yang ada di kawasan Panimbang, Pandeglang, Banten, Selasa (25/12/2018). (ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBAL)

​​​​​​​Lubukbasung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, membutuhkan 60 lembar papan petunjuk evakuasi tsunami yang akan dipasang di sepanjang garis pantai Tiku, Kecamatan Tanjungmutiara.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam, Muhammad Lutfi Ar, didampingi Kasi Pencegahan BPBD Agam, Carli Agus Windra di Lubukbasung, Senin, mengatakan 66 lembar papan petunjuk evakuasi itu dipasang di Nagari Tiku Selatan dan Nagari Tiku Lima Jorong.

"Kita akan menganggarkan penambahan papan petunjuk evakuasi tsumani itu dan akan mengajukan proposal ke perusahaan di daerah itu. Satu lembar papan petunjuk evakuasi tsunami itu senilai Rp700 ribu," katanya.

Ia menambahkan kebutuhan papan petunjuk evakuasi tsunami di dua nagari atau desa adat di kabupaten itu sebanyak 82 lembar, sementara yang telah terpasang baru 16 lembar di Nagari Tiku Lima Jorong 16 lembar. "Pada Senin (17/6), kita memasang 12 lembar papan evakuasi tsunami di Nagari Tiku Lima Jorong," katanya.

Kedua nagari ini berada di sepanjang garis pantai sekitar 43 kilometer dengan jumlah penduduk sekitar 10.000 orang. Keberadaan papan petunjuk tersebut untuk memberi tau warga arah ke tempat aman saat gempa berpotensi tsunami melanda daerah itu.

Di nagari itu telah dipasang sembilan unit sirene peringatan tsunami. Kesembilan unit sirene ini berasal dari BMKG Sumbar sebanyak satu unit dan delapan unit dari BNPB pusat.

Sirene ini berada di Kantor Camat Tanjung Mutiara, Jorong Gasang Kaciak, Jorong Banda Gadang, Pasi Paneh, Ujung Labuang, Muaro Putih, Masang, Labuan, dan Subang-subang.

"Sirene tsunami ini setiap tanggal 26 diuji coba untuk mengetahui apakah sirene ini masih baik, sehingga sirene ini berbunyi saat gempa bumi yang berpotensi tsunami melanda daerah itu," katanya.*

Baca juga: Baterai peringatan dini tsunami di Agam dicuri

Baca juga: Gempa Agam tidak berpotensi tsunami
Pewarta : Altas Maulana
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019