Balawista Sukabumi tetap siaga penuh hingga H+11 Lebaran

Balawista Sukabumi tetap siaga penuh hingga H+11 Lebaran

Petugas life guard Balawista Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat saat bersiaga memantau dan mengawasi wisatawan yang sedang beraktivitas di Laut Selatan Kabupaten Sukabumi. (Foto: Aditya Rohman/Antaranews)

Sukabumi, Jabar (ANTARA) - Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Kabupaten Sukabumi tetap siaga penuh hingga H+11 Idul Fitri 1440 Hijriah sebagai antisipasi terjadinya kembali kecelakaan laut seperti tenggelam atau terseret arus yang menimpa wisatawan,

"Meskipun libur dan cuti bersama lebaran sudah selesai pada Sabtu (8/6), tetapi wisatawan yang datang ke objek wisata laut Sukabumi yang merupakan kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu tetap ramai namun tidak sepadat pada libur Lebaran," kata Kepala Operasional dan SDM Balawista Kabupaten Sukabumi Asep Edom Saepullah di Sukabumi, Kamis.

Menurut dia, siaga ini dilakukan hingga Minggu (16/6) yang tidak menutup kemungkinan pada libur akhir pekan ini jumlah wisatawan yang datang ke objek wisata pantai ini akan kembali bertambah karena merupakan penghujung libur sekolah.

Personel yang dilibatkan pun terus bersiaga dan bertugas secara profesional untuk menjaga keamanan wisatawan sekaligus memberikan imbauan, peringatan hingga larangan beraktivitas di zona terlarang untuk antisipasi terjadinya kecelakaan laut.

Dalam melaksanakan tugasnya tersebut, relawan Balawista tetap profesional bahkan nyawapun bisa terancam saat melakukan aksi penyelamatan kepada wisatawan yang tenggelam. Seperti salah seorang personelnya yakni Muksin yang hampir saja kehilangan nyawanya saat sedang menyelamatkan wisatawan.

Personel Balawista ini sempat terjepit karang hingga tidak sadarkan diri. Rekan korban yang melihat kejadian itu langsung memberikan pertolongan dan Muksin pun berhasil diselamatkan beserta wisatawan yang tenggelam.

"Kami terus berupaya menekan angka kecelakaan laut dari tahun ke tahun dan Alhamdulillah pada tahun ini kasusnya menurun drastis dari jumlah korban yang diselamatkan hingga yang meninggal dunia," tambahnya.

Asep mengatakan hingga saat ini pihaknya sudah berhasil menyelamatkan 27 wisatawan, namun satu diantaranya meninggal dunia saat menjalani tindakan medis di RSUD Palabuhanratu karena diduga tubuhnya terlalu banyak kemasukan air laut.

Kasus kecelakaan laut ini disebabkan oleh wisatawan yang tidak mengindahkan peringatan dari life guard yang bertugas, bahkan seperti tidak ada kapoknya padahal sudah cukup banyak pengunjung yang tenggelam maupun terbawa arus laut.

Baca juga: Wisatawan masih ramaikan pantai di Sukabumi

Baca juga: Penjaga pantai terjebak karang saat selamatkan wisatawan

Baca juga: 17 wisatawan tenggelam di Laut Selatan Sukabumi berhasil diselamatkan


 
Pewarta : Aditia Aulia Rohman
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019