Provokasi kericuhan aksi disebar lewat grup WhatsApp

Provokasi kericuhan aksi disebar lewat grup WhatsApp

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono (tengah) dan Wadir Krimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam Indradi (kiri) dan Kanit I Subdit Jatanras Polda Metro Jaya AKP Hendro Sukmono (kanan) dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (13/5/2019). (ANTARA/RENO ESNIR)

Jakarta (ANTARA) - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan provokator mengunggah kata-kata di WhatsApp (WA) Group untuk memengaruhi massa.

“Ada provokator yang dia mengunggah kata-kata di WA grup. Mengajak menggunakan WA Grup, ada provokator yang melakukan,” ujar Kombes Argo dalam temu media di Jakarta, Rabu malam.

Argo juga mengatakan provokator menggunakan WA grup untuk terus menginformasikan kejadian terkini.

Salah satu contoh informasi yang dibagikan ke WA grup, “Rusuh sampai Tanah Abang kok, sudah sampai bakar-bakaran.”

Tidak hanya itu dalam grup tersebut juga ditemukan ajakan untuk menyerang Jokowi.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Rabu siang, menyatakan pemerintah membatasi akses media sosial.

Pembatasan tersebut sesuai dengan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), sekaligus mencegah beredarnya konten ujaran kebencian, dan hoaks.

Pembatasan tersebut dilakukan terhadap beberapa media sosial, khususnya yang berkaitan dengan proses unggah-unduh konten yang bisa memicu suasana keruh pada Rabu.

Berdasarkan pantauan ANTARA sejak pukul 13.00 WIB, media sosial Instagram yang populer dengan konten foto dan video sulit diakses. Layanan berbagi pesan Whatsapp juga mengalami keterlambatan, khususnya untuk mengirim gambar, bahkan tidak dapat diakses.

Baca juga: Kerusuhan pecah di Bawaslu, pos polisi dibakar

Baca juga: Massa depan Gedung Bawaslu RI ricuh
Pewarta : Arindra Meodia
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019