Persediaan logistik korban pergeseran tanah mencukupi selama Ramadhan

Persediaan logistik korban pergeseran tanah mencukupi selama Ramadhan

Pengungsi yang menghuni posko pengungsian bencana pergeseran tanah di Kampung Gunungbatu, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jabar saat menunggu waktu berbuka puasa. (Foto: Aditya Rohman/Antaranews).

Sukabumi, Jabar (ANTARA) -
Persediaan logistik kebutuhan untuk para korban bencana pergeseran tanah di Kampung Gunungbatu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat mencukupi selama Ramadhan.

"Untuk beras, telur dan lainnya masih mencukupi hingga akhir Ramadhan, tidak ada kekurangan. Bantuan kepada korban diberikan baik dalam bentuk makanan siap saji maupun sembako atau mentah," kata Danramil Nyalindung Kapten (Inf) Kusmana,  di Sukabumi, Kamis.

Menurutnya, logistik saat ini masih cukup banyak, namun jika terjadi kekurangan khususnya beras maka pihaknya akan segera berkoordinasi.

Ia mengungkap, melihat masih banyak warga, komunitas maupun individu yang memberikan bantuan untuk korban bencana di Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung , diperkirakan mereka tidak akan kekurangan logistik.

Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan warga setiap harinya bantuan sembako disalurkan setiap waktu dengan jumlah yang sama setiap kepala keluarga.

Bahkan,  menurut dia, sejak awal Ramadhan bantuan makanan siap saji untuk berbuka puasa bagi para pengungsi selalu saja ada yang mengirim.

Namun, mendekati lebaran atau hari raya Idul Fitri, para pengungsi membutuhkan tepung terigu, minyak goreng dan telur untuk membuat kue lebaran, termasuk baju Muslim bagi orang dewasa maupun anak yang bisa akan digunakan pada hari perayaan lebaran.

Selain itu kondisi pengungsian yang dingin, terbuka dan berdebu menyebabkan warga mudah terserang penyakit sehingga posko bencana setempat berupaya maksimalkan keberadaan tim kesehatan sehingga jika ada yang sakit bisa langsung ditangani.

Kusmana mengatakan khusus untuk berbuka puasa pihaknya setiap tiga hari menyalurkan bantuan kepada keluarga pengungsi.

Sementara, salah seorang pengungsi Masitoh mengakui untuk kebutuhan puasa sampai saat ini tidak ada kekurangan.

Ia pun bersyukur meskipun harus tinggal di pengungsian masih banyak warga atau orang lain yang peduli terhadap korban bencana pergeseran tanah ini.

"Kalau dipikir pasti sedih, tetapi kami harus tetap semangat dan tidak terus larut dalam kesedihan. Bencana ini adalah ujian dari Allah SWT agar kita selalu bersyukur dan taat terhadap perintahnya," katanya. 

Baca juga: Lokasi bencana pergeseran tanah di Nyalindung menjadi kampung mati
Baca juga: Pergeseran tanah di Gunungbatu Sukabumi makin parahBaca juga: 73 rumah rusak berat akibat bencana pergeseran tanah di Sukabumi
Pewarta : Aditia Aulia Rohman
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019