BPBD dan relawan menyisir permukiman terdampak pergeseran tanah

BPBD dan relawan menyisir permukiman terdampak pergeseran tanah

Petugas gabungan dari TNI, Polri BPBD Kabupaten Sukabumi dan relawan tengah melakukan penyisiran dan pendataan terhadap rumah yang terdampak bencana pergeseran tanah di Kampung Gunungbatu, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jabar. (Foto: Aditya AR/Antaranews).

Sukabumi, Jabar (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi dan relawan melakukan penyisiran ke permukiman terdampak bencana pergeseran tanah di Kampung Gunungbatu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

"Penyisiran yang kami lakukan ini untuk melihat kondisi rumah warga Desa Kertangsana, Kecamatan Nyalindung yang rusak serta memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak bertahan di rumahnya karena lokasi bencana ini kondisinya semakin parah," kata Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi Eka Widiaman di Sukabumi, Kamis.

Penyisiran ini dilakukan untuk menelusuri sekaligus mendata kondisi kerusakan rumah milik warga yang setiap harinya ada saja yang amblas hingga ambruk. Selain itu, melihat aktivitas tanah yang terus bergeser atau bergerak dan semakin meluas.

Kemudian penyisiran ini dilakukan setiap hari baik pagi, siang maupun malam hari untuk memantau kegiatan warga di lahan pertanian sekaligus memberikan imbauan agar sebelum sore untuk segera kembali ke pengungsian.

Apalagi jika turun hujan warga yang berada di lokasi bencana untuk segera menjauh karena retakan tanah semakin parah bahkan ada yang kedalamannya hingga dua meter lebih.

Penyisiran ini pun untuk menjaga harga benda milik warga yang belum dievakuasi khawatir hilang atau dicuri oleh oknum yang tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan keadaan.

Dalam penyisiran dan pengawasan di lokasi bencana, pihaknya juga berkoordinasi dengan anggota TNI dan Polri untuk memastikan keamanan warga sehingga untuk mengantisipasi jatuhnya korban jiwa.

"Pergeseran tanah setiap hari masih terus berlangsung, maka dari itu kami secara rutin melakukan pengamatan baik pagi maupun sore. Bahkan lokasi bencana saat ini sudah semakin parah seperti jalan lingkungan yang tidak bisa lagi dilalui kendaraan roda dua serta rumah yang awalnya berdiri tegap sekarang miring dan banyak yang amblas," tambahnya.

Eka mengatakan untuk masa tanggap darurat bencana ini sudah diperpanjang yang awalnya dari 23 sampai 30 April dan sekarang dari 1 sampai 6 Mei. Tidak menutup kemungkinan akan diperpanjang lagi karena melihat kondisi lokasi bencana, pergerakan tanah semakin masif yang mengakibatkan kerusakan parah.

Sementara, Koordinator ProBumi Indonesia Sukabumi Budi Harto mengatakan pihaknya memberikan bantuan kepada BPBD sebagai potensi SAR untuk melakukan kegiatan-kegiatan kemanusiaan selama masa tanggap darurat bencana ini.

Relawannya sudah diberikan tugas masing-masing seperti melakukan evakuasi korban, di dapur umum, mengurus pengungsi dan ada juga yang melakukan trauma healing.

"Kegiatan kami di lokasi bencana ini akan terus berlanjut hingga pemerintah setempat mencabut masa tanggap darurat bencana dan aktivitas pergeseran tanah sudah berhenti dan aman," katanya. 

Baca juga: Pengungsi korban pergeseran tanah di Sukabumi mulai alami stres
Baca juga: 73 rumah rusak berat akibat bencana pergeseran tanah di Sukabumi
Baca juga: Relokasi warga korban pergeseran tanah tunggu kajian Badan Geologi
Pewarta : Aditia Aulia Rohman
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019