73 rumah rusak berat akibat bencana pergeseran tanah di Sukabumi

73 rumah rusak berat akibat bencana pergeseran tanah di Sukabumi

Rumah warga di Kampung Gunungbatu, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat yang amblas sedalam sekitar dua meter dan rusak berat akibat bencana pergeseran tanah. (Foto: Aditya Rohman/Antaranews).

Sukabumi, Jabar (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat mencatat hingga kini sudah 73 rumah di Kampung Gunungbatu yang rusak berat dan tidak bisa dihuni lagi yang diakibatkan bencana pergeseran tanah.

"Hampir setiap hari ada saja rumah yang roboh akibat tanahnya bergeser dan retak-retak dengan kedalaman satu hingga dua meter lebih di RT 01, 02 dan 03 RW 09, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung," kata Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi Eka Widiaman di Sukabumi, Kamis.

Menurutnya, dari hasil pendataan total rumah yang terdampak bencana ini sebanyak 109 rumah dihuni 110 kepala keluarga yang diantaranya 73 unit rusak berat. Sementara sisanya atau 36 unit kondisinya rusak ringan, namun sudah terancam dan tidak menutup kemungkinan amblas.

Bahkan rumah yang terancam bencana pergeseran tanah ini kondisinya sudah ada yang miring dan beberapa bagiannya amblas. Maka dari itu, pihaknya meminta kepada yang berada di kampung itu untuk mengosongkan rumahnya.

Sebab bencana ini semakin meluas dan tidak hanya merusak rumah, tetapi jalan raya Sukabumi-Nyalindung yang merupakan jalan milik Provinsi Jabar, jalan desa dan lahan pertanian serta fasilitas umum lainnya.

"Untuk total warga yang mengungsi sebanyak 354 jiwa yang tersebar di beberapa titik seperti di tenda pleton, hunian sementara dan ada juga yang ke rumah kerabatnya. Sehingga kampung tersebut sudah dikosongkan karena membahayakan," tambahnya.

Sementara, tokoh masyarakat Desa Kertaangsana Asep Has mengatakan setiap harinya ada saja rumah yang amblas dan ambruk, karena tidak waktu tanah di kampung itu terus bergeser. Bahkan ada beberapa rumah yang awalnya masih berdiri kokoh, hanya selang satu hari sudah amblas dan rata dengan tanah.

Maka dari itu, pemerintah, relawan, TNI dan Polri mengevakuasi seluruh warga yang menjadi korban bencana agar meninggalkan rumahnya dan jangan memilih bertahan. Untuk harta benda milik korban dipastikan aman karena dijaga petugas gabungan dan aparat keamanan serta setiap waktu dilakukan patroli keliling. 

Baca juga: Korban bencana di Sukabumi dibuatkan hunian sementara
Baca juga: BPBD Lebak melaporkan 15 rumah rusak berat akibat pergerakan tanah
Baca juga: Belasan rumah terdampak pergerakan tanah di Tulungagung
Baca juga: Rumah dan lima hektare sawah tertimbun longsor di Cianjur
Pewarta : Aditia Aulia Rohman
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019