Alih teknologi rumah tahan gempa diharapkan ditransfer ke NTB

Alih teknologi rumah tahan gempa diharapkan ditransfer ke NTB

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr H Zulkieflimansyah pada acara peluncuran produksi Teknologi Rumah Tahan Gempa (RTG) di Science Techology and Industrial Park (STIP) NTB di Kabupaten Lombok Barat, Senin (29/4/2019). (FOTO ANTARA/Nur Imansyah).

Lombok Barat, NTB (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Barat H Zulkieflimansyah berharap ada transfer teknologi dari para aplikator luar terhadap para pekerja lokal dalam membangun rumah tahan gempa di provinsi itu.

"Mungkin butuh waktu lama, tapi harus dimulai. Harus ada transfer teknologi dan manajemen 'expertise' dari aplikator ke tenaga kerja lokal di NTB," katanya pada acara peluncuran produksi Teknologi Rumah Tahan Gempa (RTG) di Science Techology and Industrial Park (STIP) NTB di Kabupaten Lombok Barat, Senin.

Gubernur mengatakan teknologi RTG, merupakan salah satu langkah untuk mengubah pola kerja masyarakat NTB yang semula dari sektor pertanian ke industri. Untuk itu, ia mendorong para aplikator, yang menggunakan lahan di STIP NTB, untuk menggunakan tenaga lokal.

"Pemerintah provinsi sudah menyiapkan lahan dan sejumlah fasilitas secara gratis di STIP. Kalau bisa yang dipekerjakan buruhnya, tenaganya, insinyur-nya semua orang lokal. Mungkin banyak kekurangan. Tapi itu tugas bapak-bapak untuk mengajarkan mereka. Mohon kesabaran bapak-bapak," kata gubernur yang akrab disapa Doktor Zul itu.

Ia menambahkan bahwa semua aplikator yang ada di STIP ini sedang membuat sejarah baru di NTB.

"Bapak ibu sedang membuat sejarah. Anda sedang menulis sejarah baru NTB. Sehingga ada pergeseran pikiran dan paradigma. Orang yang biasa bekerja di sektor pertanian menjadi orang yang bekerja di layanan dan industri," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustriaan Provinsi NTB Andi Pramania, menjelaskan investasi yang masuk ke STIP NTB untuk pembangunan RTG sekitar Rp37 miliar. Sementara, serapan tenaga kerja sekitar 231 orang dan 150 orang yang sedang menunggu untuk bekerja.

Untuk kemampuan produksi STIP sekitar 500 unit rumah per minggu atau sekitar 73 unit per hari.

"STIP juga menyepakati akan membangun 35.000 unit RTG hingga Desember 2019," katanya. 

Baca juga: Pembangunan rumah tahan gempa NTB capai 15.705 unit

Baca juga: Menpu-PR bangun 100 rumah tahan gempa per hari di NTB

Baca juga: Kolaborasi Dompet Dhuafa-Indocement perkenalkan bangunan tahan gempa di Lombok

Pewarta : Nur Imansyah
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019