Ketua KPPS Limusnunggal Sukabumi meninggal usai bertugas

Ketua KPPS Limusnunggal Sukabumi meninggal usai bertugas

Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi saat melayat Ketua KPPS 15, Kelurahan Limusnunggal, Kecamatan Cibereum, Kota Sukabumi, Jabar yang meninggal dunia akibat kelelahan setelah menyelenggarakan pencoblosan dan pemungutan suara. (Foto: Aditya AR/Antaranews).

Sukabumi, Jabar (ANTARA) - Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di TPS 15 Kelurahan Limusnunggal, Kota Sukabumi, Jawa Barat yakni Tedi Supriadi (44) meninggal dunia pada Sabtu usai melaksanakan tugas menjadi penyelenggara Pemilu 2019

"Suami saya badannya langsung drop karena kelelahan dan sesak napas setelah bertugas pada tahap pencoblosan Pemilu 17 April di TPS 15, Kecamatan Cibeureum. Melihat kondisi kesehatannya yang terus menurun, kami langsung membawanya ke RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi dan sempat dirawat empat hari,'' kata istri almarhum, Tati Setiawati, di Sukabumi, Sabtu.

Menurutnya, kondisi suaminya terus memburuk dan akhirnya mengembuskan napas terakhirnya pada Sabtu sekitar pukul 10.00 WIB. Sebelum meninggal, almarhum sempat berkata bahwa menjadi KPPS sangat berat dan tidak mau lagi untuk menjalankan tugas sebagai penyelenggara pemilu.

Ia pun berterima kasih kepada Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi yang telah memberikan perhatian kepada suaminya dan menyempatkan diri melayat ke rumah duka di Kelurahan Limusnunggal. Usai dimandikan dan dikafani, Tedi Supriadi dimakamkan di lokasi yang tidak jauh dari rumahnya.

Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi mengaku dirinya mendapatkan informasi bahwa ada lagi warganya yang merupakan anggota KPPS meninggal dunia, dan langsung menyempatkan diri melayat ke rumah duka.

Dia menyebutkan bahwa tugas menjadi KPPS tidaklah mudah, bahkan harus mengeluarkan tenaga dan waktu yang banyak demi terlaksana serta sukses pemilu, sehingga kerjanya harus ekstra, bahkan waktu istirahat pun hanya sedikit tentunya menguras energi dan pikiran.

"Almarhum telah berjuang untuk menyelenggarakan pemilu agar pelaksanaannya sukses dan lancar. Kami berdoa agar arwah almarhum diberikan di tempat yang baik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," katanya lagi.

Pemkot Sukabumi pun menjamin seluruh pelayanan kesehatan bagi petugas KPPS, PPK, pengamanan baik dari TNI, Polri maupun sipil. Bila dirawat di rumah sakit maka biayanya ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah.

Sehari sebelumnya atau pada Jumat (26/4) petugas pengamanan langsung (Pamsung) TPS yang diketahui bernama Andi warga RT 01 RW 08 Pancurankembang, Kelurahan Gunungparang, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi meninggal dunia dikarenakan kelelahan.
Pewarta : Aditia Aulia Rohman
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019