Jonan: peningkatan daya beli bantu capai target bauran energi 2025

Jonan: peningkatan daya beli bantu capai target bauran energi 2025

Menteri ESDM Ignasius Jonan (depan, paling kiri) dalam diskusi energi di Jakarta, Selasa (2/4/2019). (ANTARA/M Razi Rahman)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyatakan pemerintah terus mendorong peningkatan daya beli masyarakat sebagai upaya untuk mencapai target bauran energi tahun 2025, yaitu sebesar 23 persen energi baru dan terbarukan.

"Pertama, yang penting dilakukan adalah peningkatan daya beli," kata Ignasius Jonan dalam diskusi "Energi untuk Kedaulatan Negeri" di Jakarta, Selasa.

Menurut Jonan, pemerintah terus melaksanakan berbagai upaya agar tingkat pendapatan Produksi Domestik Bruto (PDB) per kapita warga dapat terus naik.

Dengan adanya peningkatan daya beli masyarakat, maka warga juga diharapkan akan semakin banyak yang bakal memilih menggunakan jenis energi baru dan terbarukan.

Menteri ESDM juga mengingatkan bahwa untuk target pencapaian bauran energi pada 2025, diharapkan sekitar 23 persen energi baru dan terbarukan, 22,2 persen gas, 0,4 persen bahan bakar minyak, dan 54,4 persen adalah batubara.

"Yang kita upayakan turunkan mati-matian adalah minyak diesel karena ini cost-nya luar biasa," paparnya.

Ia mengutarakan harapannya agar minyak solar untuk diesel dapat diganti dengan bahan bakar yang memakai CPO atau minyak kelapa sawit.

Selain itu, ujar dia, untuk batubara juga diharapkan dapat ditingkatkan nilai tambahnya sehingga produsen batubara didorong agar tidak hanya "gali, angkut, jual".

Sedangkan untuk gas bumi, menurut Jonan, sumber daya alam di Indonesia sangat cukup untuk memenuhi kapasitas sambungan jaringan gas untuk masyarakat di Nusantara.

"Gas kita sangat cukup untuk sambungan jargas," katanya dan meyakini bahwa pasokan gas yang ada memadai untuk mengaliri rumah tangga di Indonesia yang kurang lebih ada sekitar 70 juta keluarga.

Baca juga: Jonan: 160.000 rumah tangga butuh listrik
Pewarta : M Razi Rahman
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019