Gajah liar rusak tanaman perkebunan di Aceh Utara

Gajah liar rusak tanaman perkebunan di Aceh Utara

Arsip Foto - Warga melintasi sejumlah pohon pinang yang dirusak oleh kawanan Gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) liar di Desa Negeri Antara, Kecamatan Pintu Rime, Bener Meriah, Aceh, Selasa (12/2/2019). Conservation Respont Unit (CRU) DAS Peusangan dari BKSDA Aceh mengerahkan satu tim untuk melakukan penggiringan 32 ekor gajah liar yang sejak lima hari terakhir memasuki kawasan permukiman dan merusak perkebunan warga. (ANTARA FOTO/IRWANSYAH PUTRA)

Lhokseumawe (ANTARA News) - Akibat gangguan sejumlah gajah liar, ribuan batang tanaman produktif rusak di pedalaman Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh.

Kasi Perlindungan dan Pengembangan Tanaman Dinas Perkebunan Peternakan Dan Kesehatan Hewan (DPPKH) Aceh Utara,  Muslim, Jumat, menyebutkan, ribuan batang tanaman perkebunan seperti sawit, kelapa dan juga pinang dirusak oleh gajah.

Dia mengatakan, dari laporan masyarakat gangguan gajah tersebut terjadi di Dusun Krueng Baree, Gampong (desa) KM VIII, Kecamatan Simpang Kramat, Aceh Utara.

"Menurut informasi masyarakat, gangguan gajah tersebut terjadi sejak awal Januari 2019 hingga beberapa hari sesudahnya. Lalu melaporkan kepada kita melalui pihak kecamatan tanaman dan luasan areal yang diganggu oleh gajah," ujar Muslim.

Sebagaimana disebutkan dalam laporan masyarakat, bahwa jenis tanaman yang dominan diganggu gajah adalah sawit, kelapa dan pinang yang masih berusia muda.

Hal itu dikarenakan, selain mudah dijangkau oleh satwa tersebut juga jaringan tanaman masih segar. Sedangkan luasan areal gangguan gajah tersebut dilokasi dimaksud pada radius 137 Hektare.

Menindaklanjuti laporan masyarakat tersebut, hingga saat ini pihaknya masih mendata jumlah kerusakan akibat gangguan gajah tersebut.

Baca juga: Walhi: gangguan gajah di Aceh akan berlanjut tanpa penghentian alih fungsi hutan
Baca juga: Gajah liar serang gajah jinak di Bener Meriah
Baca juga: Tujuh gajah liar dihalau kembali ke hutan
Pewarta : Mukhlis
Editor: Desi Purnamawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019