Nantinya Bukit Asam akan menyuplai batubara dari area tambang Peranap ke perusahaan patungan untuk diolah menjadi produk akhir oleh Pertamina
Peranap, Riau (ANTARA News) - PT Bukit Asam Tbk, PT Pertamina (Persero), dan Air Product mencanangkan pembangunan pabrik hilirisasi batubara menjadi dimetil eter (DME) di tambang Peranap, Kabupaten Indrahili Hulu, Riau, Kamis.

"Keberadaan pabrik hilirisasi batu bara jadi DME ini sangat penting dan strategis untuk mewujudkan ketahanan energi nasional dan mengurangi impor elpiji," kata Dirut Bukit Asam Arviyan Arifin kepada pers di Peranap, Riau, Kamis.

Pencanangan ditandai penekanan tombol oleh Arviyan Arifin, Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko Pertamina Heru Setiawan, Direktur Utama PT Air Products Indonesia Triwidio Pramono, Direktur Utama PT Indonesia Asahan Alumunium (Persero) Budi Gunadi Sadikin, Sekretaris Daerah Provinsi Riau Ahmad Hijazi, dan Wakil Bupati Indragiri Hulu Khairizal.

Dikatakan Arviyan, pencanangan merupakan kelanjutan penandatanganan MoU kerja sama dan joint venture agreement terkait hilirisasi batubara antara PTBA, Pertamina dan Air Products, setelah penandatanganan MoU kerja sama yang dilakukan sebelumnya pada 7 November 2018 di Allentown, Amerika Serikat.

Melalui penandantanganan ini, ketiga belah pihak sepakat bekerja sama dalam gasifikasi batubara untuk mengubah batubara berkalori rendah menjadi produk akhir yang memiliki nilai tambah.

Pada pertengahan Januari 2019, ketiga perusahaan juga telah bersepakat mendirikan perusahaan patungan yang bergerak di bidang bisnis pengolahan batubara dan produk turunannya.

Kesepakatan dituangkan dalam Pokok-Pokok Perjanjian Pembentukan Perusahaan Patungan Hilirisasi Mulut Tambang Batubara PTBA Peranap, Riau.

Melalui teknologi gasifikasi, katanya, batubara akan diubah menjadi syngas yang akan akan diproses menjadi produk akhir.

"Nantinya Bukit Asam akan menyuplai batubara dari area tambang Peranap ke perusahaan patungan untuk diolah menjadi produk akhir oleh Pertamina. Sementara itu, optimasi desain teknologi akan dilakukan Air Products and Chemicals Inc," katanya.

Nantinya, batubara kalori rendah yang berasal dari tambang Peranap, Riau akan diolah menjadi syngas untuk kemudian diproses menjadi DME. DME inilah yang akan digunakan Pertamina sebagai substitusi elpiji.

DME sebagai pengganti elpiji ini merupakan langkah strategis nasional, sekaligus sinergi BUMN yakni Inalum-Pertamina dan menekan impor elpiji.

Baca juga: Bukit Asam catat laba Rp3,93 triliun kuartal III-2018
Baca juga: Pertamina-Bukit Asam kembangkan gasifikasi batubara dengan perusahaan AS
Baca juga: Inalum: proyek pengolahan batubara menjadi gas berjalan tahun ini


 

Pewarta: Ahmad Wijaya
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2019