BPJS-TK: Pemulung bisa diikutsertakan program JKK

BPJS-TK: Pemulung bisa diikutsertakan program JKK

Tuntut Jaminan Kesehatan Sejumlah pekerja pembuat briket berbahan kimia di PT Gooyang Sam Woon berunjuk rasa menuntut jaminan kesehatan di Serang, Banten, Selasa (13/10). Mereka mendesak manajemen untuk mematuhi Pemerintah dengan mengikutsertakan mereka sebagai peserta BPJS, membenahi peralatan kerja yang menjamin keselamatan buruh, serta memperbaiki sistem upah sesuai ketentuan UMK yang berlaku. (ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)

Tangerang (ANTARA News) - Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Provinsi Banten, Teguh Purwanto, mengatakan para pemulung yang memungut sampah di Tempat Pemungutan Sampah (TPS)) bisa diikutsertakan program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JK).

"Pemulung itu kan juga menjalankan aktivitas sebagai pekerja mencari nafkah untuk dirinya dan keluarganya, sehingga berhak ia diikutsertakan dalam program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan," kata Teguh usai acara Pers Gahering di Tangerang, Jumat malam.

Mekanisme mengikutsertakan pemulung dalam program BPJS Ketenagakerjaan, bisa secara individu dan bisa juga bila ada yang mau mensponsorinya, kata Teguh Purwanto seraya menambahkan sampai saat ini belum ada pemulung yang ikut program BPJS.

"Apapun profesinya sepanjang untuk mencari nafkah tujuannya positif, maka mereka berhak diikutsertakan program BPJS, kecuali yang negatif seperti pengedar narkoba atau menjual minuman keras, atau pelacur, jelas tidak bisa diikutsertakan," katanya.

Pada acara Pers Gathering yang diikuti wartawan se-Banten itu, Teguh memaparkan tentang perkembangan program BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Banten yang saat ini menduduki posisi nomor 4 terbesar yang mampu meningkatkan jumlah kepesertaan.

"Banten menduduki urutan nomor 4 setelah DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur. Tahun depan kami menargetkan bisa menduduki posisi nomor 3," kata Teguh yang mengaku optimis program tahun 2018 bisa mencapai target, bahkan melebihi target,

Ia menyebutkan jumlah perusahaan yang ikut serta ditargetkan sebesar 19.882 unit, maka sampai November 2018 sudah mencapai 22.074 unit. Sementara jumlah tenaga kerja yang ditargetkan sebanyak 1.292.692 pekerja, sampai November 2018 mencapai 1.241.036 pekerja. "Sisa satu bulan ini Insya Allah bisa memenuhi target," kata Teguh.

Sedangkan iuran yang diterima dengan target Rp4,385 triliun sudah terealisasi Rp4,373 triliun rupiah, diakhir tahun diharapkan terpenuhi target, kata Teguh. "Tahun depan ditargetkan Rp5 triliun" katanya.

Upaya agar tercapai target, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi baik di tingkat desa maupun kelurahan dengan menjalin hubungan kerja sama dengan pemerintah daerah setempat, termasuk dengan media massa baik cetak, online maupun radio.

Ia menambahkan, sektor informal seperti usaha kecil dan menengah akan mencapai target utama untuk dirangkul pada tahun mendatang, mengingat potensinya cukup besar untuk diajak menjadi peserta.

Hadir dalam acara Pers Gathering tersebut enam Kepala Kantor Cabang se Banten, Kepala Kantor Cabang Pembantu dan karyawan BPJS Ketenagakerjaan.

Baca juga: BPJS-TK sudah kantongi hasil investasi Rp23 triliun
Baca juga: BPJS-TK siap bayar klaim penyakit akibat kerja
Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan bidik siswa magang hingga ormas
Pewarta : Ridwan Chaidir
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2018