BPTJ gandeng Agra luncurkan bus Pondok Gede-Bandara

BPTJ gandeng Agra luncurkan bus Pondok Gede-Bandara

Peluncuran armada bus Agra Mas rute Atrium Pondok Gede-Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kamis (18/10/2018). (Istimewa)

Jakarta (ANTARA News) - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabeka (BPTK) menggandeng PO Agra Mas meluncurkan "Jabodetabek Airport" (JA) Connexion yang melayani bus rute Atrium Pondok Gede (APG)-Bandara Internasional Soekarna Hatta.

"Ini (rute) yang ketiga, memang tujuannya adalah supaya mempermudah untuk melayani wilayah sekitar menuju bandara," kata Direktur Agra Mas, David Ariawan di Jakarta, Kamis.

Bus rute bandara itu melayani warga Pondok Gede, Jatiasih, Cipayung, Pondok Bambu, dan sekitarnya melintasi jalur Lubang Buaya, Pinang Ranti dan langsung masuk Tol Dalam Kota.

Sebelumnya, PO Agra Mas bekerja sama dengan BPTJ meluncurkan bus rute Ciawi-Bandara dan Pusat Grosir Cililitan (PGC) Jakarta Timur-Bandara.

David menyebutkan pihakanya menyediakan 10 armada yang memberangkatkan setiap 45 menit dan akan dikembangkan setiap 30 menit sekali setelah dua bulan beroperasi.

David memperkirakan perjalanan armada APG menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta sekitar 1 jam 30 menit, namun pada jam sibuk kemungkinan akan memakan waktu lebih lama.

Armada rute APG-Bandara Soekarno-Hatta itu berkapasitas 39 kursi dengan tarif dipatok Rp40 ribu per orang dengan fasilitas antara lain jaringan internet nir kabel, pengisian baterai telepon seluler, serta pendingin ruangan.

Sementara itu, Kepala BPTJ Bambang Prihartono menyatakan pelayanan rute arah Bandara Internasional Soekarno-Hatta perlu ditambah lantaran landasan pacu tambahan akan rampung sehingga jumlah penumpang pesawat akan meningkat.
Bambang menambahkan masyarakat juga akan dipermudahkan dalam pemesanan tiket melalui aplikasi telepon seluler.

Baca juga: BPTJ: bus yang laik jalan hanya 20 persen

Baca juga: Kemenhub hadirkan bus dari hotel-mal ke Bandara

Baca juga: BPTJ tambah trayek menuju bandara Soetta
Pewarta : Taufik Ridwan
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018