Mahasiswa baru asal Indonesia jalani orientasi di Beijing

Mahasiswa baru asal Indonesia jalani orientasi di Beijing

Mahasiswa baru asal Indonesia berpose di depan gerbang Kota Terlarang Beijing seusai mengikuti orientasi yang digelar Permit, Sabtu (15/09/2018). (ANTARA/M. Irfan Ilmie)

Beijing, China (ANTARA News) - Sedikitnya 100 mahasiswa baru asal Indonesia yang hendak melanjutkan studi di Beijing menjalani orientasi wilayah ibu kota China itu.

"Dari kemarin pagi sampai malam, mereka kami beri permainan berupa mencari lokasi yang kami tentukan," kata Ketua Perhimpunan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia di Tiongkok (Permit) Beijing, Melvin Setiawan Suhanto, Minggu.

"Setiap peserta, kami bekali uang 10 RMB (Rp21.500) untuk ongkos transportasi umum dan air mineral," ia menambahkan.  

Setiap mahasiswa mahasiswa yang mengikuti program tersebut mendapatkan dua hingga tiga pertanyaan yang wajib dijawab dengan menemukan lokasi populer di dalam Kota Beijing, termasuk Kota Terlarang, Masjid Niujie, dan Stadion Olimpiade, dan Sanlitun, tujuan populer bagi yang ingin belanja, makan atau menikmati hiburan.

Di lokasi yang telah ditentukan, sudah ada beberapa pengurus Permit yang akan memberikan kuis lagi dan membantu mereka membeli makanan karena sebagian besar dari mereka belum menguasai bahasa Mandarin.

Lokasi terakhir yang dituju para mahasiswa baru adalah Kedutaan Besar RI yang ada di Jalan Raya Dongzhimen Wai Nomor 4 Beijing, tempat mereka kemudian mendapat penjelasan dari staf KBRI Beijing.

Acara di KBRI itu juga dimanfaatkan Panitia Pemilihan Umum Luar Negeri (PPLN) Beijing untuk mendata nama-nama mereka sebagai calon pemilih.

Jumlah mahasiswa baru asal Indonesia yang akan memulai studi di berbagai jenjang pendidikan pada awal musim semester bulan September 2018 diperkirakan mencapai 200 orang.

"Yang mengikuti program pengenalan wilayah dari kami sekitar separuhnya karena ini bukan program wajib bagi mereka. Kami hanya memberikan semacam gambaran wilayah agar kelak mereka tidak disorientasi wilayah dan beberapa hal penting lainnya dari staf KBRI," kata Melvin.

Koordinator Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Beijing Rukmini Setiati, staf Atase Pendidikan KBRI Beijing Riyono Utomo, PPIT, dan beberapa perwakilan organisasi keagamaan WNI di Beijing juga hadir dalam kegiatan tersebut.

Baca juga:
Ikhtiar pelajar Indonesia bekali ilmu agama di China
KJRI Shanghai daulat pelajar jadi ujung tombak diplomasi

 
Pewarta : M. Irfan Ilmie
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2018