Pelindo Karimun siapkan tenda tampung pemudik

Pelindo Karimun siapkan tenda tampung pemudik

Foto dokumen: Petugas PT Pelindo I Cabang Tanjung Balai Karimun (TBK) membantu seorang penumpang kapal yang sakit setibanya di Pelabuhan TBK, Karimun, Kepulauan Riau, Selasa (12/7/2016). (ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi)

Karimun, Kepri (ANTARA News) - PT Pelindo I Cabang Tanjung Balai Karimun menyiapkan tenda untuk menampung lonjakan jumlah penumpang arus mudik di pelabuhan domestik dan internasional.

"Kita siapkan tenda di depan KSOP untuk mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang," kata Manajer Bisnis PT Pelindo I Cabang Tanjung Balai Karimun Sindu L Pranoto di Tanjung Balai Karimun, Minggu.

Menurut dia, kondisi ruang tunggu baik di pelabuhan domestik maupun internasional tidak mampu menampung lonjakan jumlah penumpang selama arus mudik Idul Fitri.

"Kondisi pelabuhan kita memang tidak bisa diubah lagi karena lahannya yang sempit. Jadi, untuk mengatasi lonjakan jumlah penumpang, maka kita siapkan satu tenda lengkap dengan kursi dan kipas angin," kata dia.

Dia mengatakan penyediaan tenda untuk mengantisipasi penumpukan penumpang pada jam-jam keberangkatan kapal, apalagi terjadi penundaan atau keterlambatan kedatangan kapal, sehingga tidak ada pemudik yang berdiri karena tidak kebagian tempat duduk.

"Petugas dari syahbandar dan instansi lain juga sudah `standbye` mengatur para pemudik. Kita tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada para pemudik," tuturnya.

Baca juga: Pelindo I berangkatkan gratis 2.000 pemudik

Mengenai sarana prasarana lain, dia mengatakan sudah jauh-jauh hari dibenahi, mulai dari ponton hingga fasilitas di ruang tunggu yang dilengkapi layar monitor pemantau cuaca dan pendingin ruangan.

"Hanya alat pemindai atau barcode pas pelabuhan yang tidak berfungsi karena mengalami kerusakan. Perbaikannya mahal, sama saja dengan membeli yang baru. Kemungkinan akan kita usul untuk diganti seperti alat yang digunakan di Pelabuhan Sekupang, Batam," ujarnya.

Seorang penumpang Dumai Ekspress tujuan Tanjungpinang, Syarifah, mengaku tidak bisa duduk di ruang tunggu karena sudah penuh.

"Untung ada tenda yang disediakan petugas, jadi saya masih kebagian tempat duduk," kata dia.

Syarifah juga mengaku tidak kesulitan mendapatkan tiket dengan harga Rp198.000 per lembar.

Berdasarkan pantauan, arus mudik di pelabuhan domestik dan internasional mulai meningkat seiring masuknya masa liburan, namun relatif lancar dan tidak ada penumpukan penumpang.

Arus mudik paling ramai terjadi antara pukul 09.00 hingga 15.00 WIB disebabkan kapal-kapal yang transit dari berbagai rute silih berganti mengangkut penumpang.

Baca juga: Strategi Pelindo 1 kembangkan pelabuhan dukung industri
Pewarta : Rusdianto Syafruddin
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018