Banjir dan longsor landa Pulau Tambelan

Banjir dan longsor landa Pulau Tambelan

ilustrasi banjir, ilustrasi rumah terbenam (ANTARA News / Ridwan Triatmodj)

Bintan, Kepri (ANTARA News) - Bencana banjir dan tanah longsor melanda Pulau Tambelan, pulau yang lokasinya paling jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Minggu.

Tokoh Pulau Tambelan yang berdomisili di Tanjungpinang, Robby Patria mengatakan sekitar 70 persen rumah warga di Desa Batu Lepok tergenang air setinggi 50 cm.

"Termasuk masjid di Desa Batu Lepok, tergenang air," kata Robby.

Selain banjir, kata dia, warga Tambelan lainnya juga berhadapan dengan tanah longsor yang merusak belasan rumah di tiga desa.

"Dan ini musibah besar yang terjadi di Tambelan," ucapnya.

Tanah longsor menyebabkan rumah ibadah Desa Kukup kotor, lapangan futsal lapangan voli Desa hilir tertutup tanah, bahkan Gedung Paud Desa Batulepok hancur, .

Selain itu, puluhan rumah di empat kampung yakni di Kelurahan Teluk Sekuni, Batu Lepok, Desa Hilir dan Kukup diterpa tanah longsor.

Terkait bencana tersebut, warga Tambelan yang tinggal di Tanjungpinang mulai memberikan bantuan. Ikatan Keluarga Tambelan (IKT) juga membuka posko bantuan untuk warga Tambelan.

"Kami sekarang sudah membuka posko bantuan bagi warga Tambelan dan di Kepri yang ingin membantu meringankan beban warga Tambelan. Bantuan seperti bahan makanan, pakaian, maupun uang dapat disalurkan ke Ketua IKT di Tanjungpinang, Djumadi Yahya," katanya.

Robby mengemukakan IKT juga meminta Pemda Bintan melalui Badan Bencana Daerah untuk cepat bertindak menyelesaikan masalah bencana di Tambelan.

"Langkah-langkah strategis harus cepat dilakukan," ujar Robby.

Seorang warga Tambelan, Devi Pratiwi, mengatakan bencana itu terjadi setelah hujan tiada berhenti sejak tiga hari yanag lalu, diperparah dengan air laut yang pasang tinggi.

Air laut pasang ditambah hujan menyebabkan sungai meluap hingga banjir di Desa Batu Lepok.

"Akibatnya puluhan rumah di Batu Lepok terendam air sejak tadi malam," ucapnya.

Sementara di Kelurahan Sekuni, terdapat beberapa rumah yang rusak berat akibat tanah longsor seperti rumah milik Sabarudin, Nuraibah, Siswandi, Erni, Ian Muttaqin, Fauzan, Azidin.

Di Desa Hilir yang kena longsor Jalan Raya Desa Hilir, dan Batu Miring RT 005. Di Desa Kukup yang kena longsor adalah rumah Abdullah Sani, masjid Dakwatul Hasanah, dan jalan raya RT 004 RW 02 Desa Kukup.

Hingga saat ini, hujan masih terjadi di Tambelan. 
Pewarta : Nikolas Panama
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2018