Situbondo (ANTARA News) - Para pemudik berebut mendapatkan tiket feri hingga nyaris ricuh di loket Pelabuhan Feri Jangkar, Situbondo, Jawa Timur, Sabtu.

"Ini sangat tidak tertib dan kami lihat di depan loket yang antre itu bukan penumpang, tetapi warga sekitar atau calo yang sengaja menjual jasa pembelian tiket kapal feri," kata Munawiyah, yang antre membeli tiket ke Pulau Raas di Kabupaten Sumenep, Madura, di Pelabuha Feri Desa/ Kecamatan Jangkar, Situbondo.

Ia mengatakan seharusnya otoritas pelabuhan menertibkan pembelian tiket kapal dengan menggunakan kartu identitas, bukan menggunakan nomor antrean yang memudahkan calo ikut nimbrung.

"Kalau praktik percaloan ini sudah sering, bahkan saya sendiri ditawari satu tiket Rp100 ribu per orang dari harga standar Rp50 ribu per orang. Ada juga yang menawarkan paket dua orang dan satu sepeda motor Rp350 ribu, padahal kalau harga yang sebenarnya Rp150 ribu untuk dua orang penumpang dan satu sepeda motor," kata dia.

Kepala Pelabuhan Feri Jangkar Situbondo Juni Dwi Hanggoro mengklaim bahwa tidak ada praktik percaloan di pelabuhan dan meminta penumpang melapor jika mengetahui ada orang yang menjadi calo tiket penumpang kapal feri.

"Kalau yang ribut tadi itu karena kurang tertibnya calon penumpang saat antre membeli tiket, sehingga antar penumpang saling cekcok mulut," katanya.

Ratusan orang yang hendak merayakan Hari Raya Idul Fitri 2017 di kampung halaman mengantre di depan loket di pelabuhan Jangkar untuk mendapatkan tiket lebih awal, termasuk seorang pemudik yang cekcok dengan seorang pria yang diduga calo tiket.


Pewarta: Novi Husdinariyanto dan Zumrotun Solichah
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2017