Polisi tahan tiga terduga penjarah kapal karam

Polisi tahan tiga terduga penjarah kapal karam

Polisi menahan tiga tersangka kasus dugaan pencurian peralatan kapal. ANTARA/HO

Padang (ANTARA) - Kepolisian Sektor Koto Tangah, Padang, Sumatera Barat (Sumbar) menahan tiga pria yang diduga telah menjarah perlengkapan kapal yang karam lalu terdampar di perairan Pasia Jambak, kota setempat.

"Ketiga pelaku ditahan atas status tersangka karena diduga kuat telah melakukan tindak pidana pencurian," kata Kepala Kepolisian Sektor Koto Tangah AKP Afrino, didampingi Kanit Reskrim Ipda Mardianto, di Padang, Rabu.

Para pelaku tersebut adalah Hamzah (25), Hendrianto (42) keduanya warga Padang Sarai, sedangkan Alex Candra (36) diketahui warga Pasia Nan Tigo, kota setempat.

Usai ditangkap oleh Unit Opsnal Reskrim Polsek Koto Tangah pada Senin (18/10), ketiganya langsung menjalani pemeriksaan.

Polisi menjerat para pelaku yang bekerja sebagai nelayan dengan pidana, karena melanggar Pasal 363 ayat (2) KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara.

Penangkapan para tersangka dilakukan oleh polisi di Sasok Ubi, Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang dengan dasar laporan LP/74/B/X/2021/SPKT/Polsek Koto Tangah/Polresta Padang/Polda Sumatera Barat.

Ketika diperiksa ketiga tersangka akhirnya mengakui bahwa mereka telah mengambil sejumlah komponen kapal milik korban. Rinciannya, satu unit kompas, satu mesin kapal merek Yanmar 33 PK, satu jangkar kapal, setengah bal tali kapal, dan satu buah dinamo kapasitas 3000 watt yang telah diamankan sebagai barang bukti.

Diketahui kapal korban itu awalnya mengalami karam dan terdampar di tepi pantai Pasir Jambak pada 30 September 2021 sekitar pukul 15.00 WIB.

Kemudian ketiga tersangka mengambil komponen kapal seperti mesin, kompas, dan jangkar tanpa seizin pemilik kapal, sehingga menimbulkan kerugian sekitar Rp160 juta.
Baca juga: KKP tangkap 2 kapal ikan ilegal di Laut Sulawesi dan Selat Malaka
Baca juga: Menteri Trenggono sebut pencurian ikan oleh kapal asing bisa ribuan
Pewarta : Laila Syafarud
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021