Dinkes Kota Malang pastikan stok vaksin aman untuk langkah percepatan

Dinkes Kota Malang pastikan stok vaksin aman untuk langkah percepatan

Arsip foto - Petugas medis menunjukkan vaksin COVID-19 Astrazeneca sebelum disuntikkan kepada karyawan hotel di Rumah Sakit Mardiwaloeja, Malang, Jawa Timur, Kamis (20/5/2021). ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto.

Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Malang memastikan stok vaksin yang dipergunakan untuk percepatan vaksinasi bagi warga Kota Malang, Jawa Timur, dalam upaya menciptakan kekebalan kelompok dari virus Corona, masih tersedia dan mencukupi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang dr Husnul Muarif di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu mengatakan bahwa stok vaksin yang dimiliki oleh Dinas Kesehatan Kota Malang, saat ini masih mencukupi hingga minggu depan.

"Vaksin diperkirakan akan habis minggu depan, biasanya akan otomatis dikirim. Vaksinasi per hari berkisar 14.000-15.000 orang," kata Husnul.

Husnul menjelaskan, selama ini, penggunaan vaksin untuk masyarakat sudah tercatat secara online pada Kementerian Kesehatan. Sehingga, Kementerian Kesehatan mengetahui pergerakan, dan kebutuhan vaksin untuk wilayah Kota Malang.

Menurutnya, pada saat stok vaksin menipis, secara otomatis Kementerian Kesehatan, dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur akan memasok vaksin tersebut. Oleh karena itu, pihaknya terus berupaya untuk mendorong percepatan vaksinasi untuk warga Kota Malang.

"Itu sudah masuk catatan Kementerian Kesehatan, berapa yang kita pakai, dan ada catatannya. Kementerian kesehatan tahu bagaimana pergerakan vaksin," ujarnya.

Baca juga: Ribuan penyandang disabilitas di Kota Malang siap divaksin

Baca juga: Kota Malang terima tambahan vaksin AstraZeneca 100 ribu dosis


Husnul menambahkan, saat ini kurang lebih sebanyak 87 persen dari total 874.890 ribu warga Kota Malang dilaporkan telah mendapatkan suntikan vaksinasi COVID-19 dosis pertama. Sementara capaian untuk vaksinasi dosis kedua, saat ini sudah berada pada angka 59,26 persen.

Menurutnya, untuk menciptakan kekebalan kelompok terhadap virus Corona, sebanyak 70 persen warga Kota Malang harus sudah menerima suntikan vaksinasi COVID-19 untuk dosis pertama, dan dosis kedua.

"Untuk herd immunity, itu minimal 70 persen, namun itu harus dosis satu, dan dosis kedua. Jadi bukan hanya dosis pertama saja," ujarnya.

Di Kota Malang, saat ini kasus konfirmasi positif COVID-19 sudah mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Tercatat, secara keseluruhan ada sebanyak 15.510 kasus konfirmasi positif COVID-19. Dari total tersebut, sebanyak 14.369 orang dilaporkan telah sembuh, 1.119 orang dinyatakan meninggal dunia, dan sisanya berada dalam perawatan.

Baca juga: Gubernur Jatim sebut sinergi dan kolaborasi kunci percepatan vaksinasi

Baca juga: Kota Malang dapat tambahan 29 ribu dosis vaksin COVID-19

Pewarta : Vicki Febrianto
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021