BPBD Lebak sebut 16 kecamatan langganan banjir

BPBD Lebak sebut 16 kecamatan langganan banjir

Masyarakat korban banjir di Rangkasbitung Kabupaten Lebak, Provinsi Banten mulai meninggalkan rumah mereka dan memilih mengungsi ke tempat yang aman, Selasa (14/9/2021). ANTARA/M. Suryana/am.

Lebak (ANTARA) -
Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kabupaten Lebak, Banten menyebutkan sebanyak 16 kecamatan di daerah itu menjadi langganan banjir sehingga masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan guna mengurangi risiko bencana.
 
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak Febby Rizky Pratama di Lebak, Senin, mengatakan masyarakat yang tinggal di 16 kecamatan tentu harus waspada bencana alam, sebab di daerah itu menjadi langganan banjir jika memasuki cuaca ekstrem yang ditandai hujan lebat disertai angin kencang dan petir.
 
Sebanyak 16 kecamatan itu antara lain Kecamatan Bayah, Sobang, Curugbitung, Wanasalam, Bojongmanik, Kalanganyar, Banjarsari, Rangkasbitung, Cibadak, Gunungkencana, Cipanas, Cileles, Cimarga, Cikulur, Leuwidamar dan Warunggunung.
 
Masyarakat yang tinggal di daerah itu jumlahnya mencapai ribuan kepala keluarga dan setiap tahun mengalami bencana banjir. Kebanyakan pemukiman warga yang kerapkali menjadi langganan banjir, karena lokasinya berada di bantaran aliran sungai, ujarnya.

Baca juga: BPBD Lebak ingatkan warga waspadai banjir susulan

Baca juga: BPBD Lebak catat 1.239 rumah warga terendam banjir

 
Penyebab banjir itu, kata dia, akibat luapan sejumlah sungai di antaranya Sungai Ciujung, Sungai Cidurian, Sungai Ciberang, Sungai Cisimeut dan Sungai Muhara.
 
Lebih lanjut dikatakannya, saat ini cuaca ekstrem berpeluang terjadi pada sore hingga malam hari dan berpotensi menimbulkan bencana banjir.
 
Karena itu, BPBD setempat menyampaikan peringatan kewaspadaan guna mengurangi risiko kebencanaan agar tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan material cukup besar.
 
"Kami minta warga dapat mematuhi peringatan kewaspadaan itu," katanya menjelaskan.
 
Selama ini, kata dia, curah hujan cenderung meningkat di wilayah Kabupaten Lebak dan berpeluang menimbulkan bencana alam banjir, longsor dan angin puting beliung.
 
"Kami mempersiapkan posko utama untuk penanganan evakuasi dan pertolongan usai bencana agar tidak menimbulkan korban jiwa," katanya.

Baca juga: BPBD Banten : Wisatawan waspadai cuaca di pantai selatan

Baca juga: BPBD Lebak mengevakuasi warga yang rumahnya kebanjiran
Pewarta : Mansyur suryana
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021