Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 diperketat akibat pandemi COVID-19

Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 diperketat akibat pandemi COVID-19

Seorang pria merapikan posisi logo Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 sebelum acara peluncuran slogan ajang multievent musim dingin terakbar empat tahunan tersebut di Beijing, China, Jumat (17/9/2021). ANTARA/REUTERS/Tingshu Wang/aa.

Jakarta (ANTARA) - Komite Olimpiade Internasional (IOC) pada Jumat mengatakan Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 akan menerapkan tindak pencegahan COVID-19 yang ketat untuk memastikan keselamatan semua peserta.

Lebih dari sebulan setelah upacara penutupan Olimpiade Tokyo 2020, Presiden IOC Thomas Bach mengatakan, dalam surat terbuka, bahwa Olimpiade Musim Dingin tahun depan akan memerlukan tindakan tegas di tengah pandemi yang sedang berlangsung.

"Sementara pandemi belum selesai, saya ingin meyakinkan Anda bahwa mitra dan teman-teman kami di China berusaha keras untuk membuat agar Olimpiade Musim Dingin ini aman dan terjamin bagi semua orang," ujar Bach dikutip dari Reuters, Jumat.

Olimpiade Musim Dingin Beijing akan diselenggarakan pada 4-20 Februari 2022 mendatang.

"Seperti yang kami lakukan di Tokyo, kami menerapkan tindak pencegahan COVID-19 yang ketat untuk memastikan kesehatan dan keselamatan semua peserta Olimpiade di Beijing," tambah Presiden IOC, yang sekaligus mendesak agar seluruh peserta divaksinasi dan meminta dukungan dalam proses tersebut. 

Baca juga: China selesaikan pembangunan Olimpiade Musim Dingin 2022 pada Oktober 
Baca juga: China uji coba venue Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 


Sebagian besar atlet dan peserta di Olimpiade Tokyo telah divaksinasi.

Para atlet pun dibatasi pergerakannya, yakni hanya di arena pertandingan dan wisma atlet. Sementara para pemangku kepentingan lainnya juga dipantau pergerakannya, menyusul hasil jajak pendapat yang menunjukkan mayoritas masyarakat Jepang menginginkan agar Olimpiade ditunda atau dibatalkan karena takut penyebaran virus semakin meluas. 

Olimpiade Tokyo telah ditunda satu tahun dan diadakan dalam keadaan darurat tanpa penonton atau pengunjung internasional karena Jepang tengah berjuang melawan peningkatan kasus COVID-19.

"Kerja sama luar biasa yang kami nikmati dengan mitra dan teman-teman di China, serta otoritas kesehatan China yang relevan, memberi kami keyakinan besar akan kembali mengadakan Olimpiade yang aman dan terjamin," pungkas Bach. 

Beijing akan menjadi kota pertama yang menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin dan Musim Panas, setelah sebelumnya pernah menggelar Olimpiade Musim Panas pada 2008. 

Baca juga: Stadion utama Olimpiade Musim Dingin Beijing rampung 
Baca juga: China sulap desa tertinggal jadi arena ski internasional 
Baca juga: China pilih panda sebagai maskot Olimpiade Musim Dingin 2022 

 
Pewarta : Gheovano Alfiqi/Fitri Supratiwi
Editor: Rr. Cornea Khairany
COPYRIGHT © ANTARA 2021