BMKG Supadio prediksikan cuaca ekstrem di Kalbar

BMKG Supadio prediksikan cuaca ekstrem di Kalbar

Ilustrasi - Hujan lebat dampak cuaca ekstrem yang terjadi di sebagian besar wilayah Kalbar. ANTARA/dokumen.

Pontianak (ANTARA) - BMKG Supadio Pontianak, Kalimantan Barat mengimbau masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrem bencana banjir, tanah longsor dan angin kencang yang kemungkinan terjadi waktu beberapa pekan ke depan.

"Mulai Rabu kemarin, hujan sudah terjadi di beberapa wilayah Kalbar. Karena sudah lama tidak terjadi hujan, dan saat ini sudah mulai hujan lagi, ini perlu diwaspadai ketika ini nanti akan terjadi hujan biasanya berpotensi terjadi cuaca ekstrem," kata Kasi Koordinator, Data dan Informasi BMKG Supadio Pontianak, Sutikno  di Sungai Raya, Kamis.

Dia menjelaskan, walau pun hujan yang terjadi tidak terlalu lebat namun dan tidak mengakibatkan genangan atau banjir namun bisa di sertai petir, angin kencang ataupun puting beliung.

"Kemudian hujan es setiap tahun hampir selalu ada terjadi di wilayah Kalbar ini juga bisa terjadi. Kemudian untuk tanggal 5 hari ini dan 6 besok diperkirakan juga masih berpotensi hujan yang merata di sebagian wilayah Kalbar.

Kemudian potensi hujan lebat akan terjadi pada  7 hingga 10 Agustus 2021 dan selama tiga hari itu, potensi cuaca ekstrem akan terjadi.

Kemudian, kata Sutikno untuk potensi kebakaran hutan dan lahan, kemungkinan akan menurun dengan banyaknya curah hujan yang merata di seluruh Kalbar.
Baca juga: BMKG: Waspadai peningkatan suhu di Kalbar dan NTT
Baca juga: BMKG keluarkan peringatan dini cuaca Kalbar dan Kalteng


Sebelumnya, Sutikno juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai terjadinya potensi kebakaran hutan dan lahan hampir di seluruh wilayah Kalbar, hingga tanggal 7 Agustus mendatang.

"Sampai saat ini, jumlah titik panas di Kalbar terus bertambah. Untuk itu, kita mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Kalbar mengingat sampai satu pekan ke depan potensi panas di Kalbar masih akan terjadi," kata Sutikno.

Dia menjelaskan, berdasarkan pantauan satelit Lapan, titik panas di Kalimantan Barat ini terus mengalami peningkatan sejak tanggal 18 Juli 2021 yang lalu hingga 4 Agustus 2021 total sebanyak 320 titik panas.

Untuk titik yang paling banyak berada di Kabupaten Sanggau sebanyak 142 titik, Sambas 20 titik, Ketapang 19 titik, Sintang 18 titik, Landak 21 titik, Kapuas Hulu 1 titik, Mempawah 7 titik, Kubu Raya 6 titik, dan lima daerah lainnya tidak ada titik api.

Sutikno menambahkan, untuk daerah Sanggau, Sambas, Landak, Ketapang dan Sintang di minta untuk waspada, karena masih kuatnya potensi terjadi kebakaran hutan dan lahan sampai tanggal 7 Agustus 2021.
Baca juga: Tim SAR Pontianak evakuasi tujuh nelayan, dua selamat
Pewarta : Rendra Oxtora
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2021