Kemarin permintaan obat COVID-19 melonjak, distribusi vaksin terhambat

Kemarin permintaan obat COVID-19 melonjak, distribusi vaksin terhambat

Apoteker memperlihatkan salah satu obat yang digunakan untuk terapi COVID-19 di satu apotek di Manado, Sulawesi Utara, Minggu (25/7/2021). Apoteker mewajibkan warga yang ingin membeli sebelas jenis obat COVID-19 membawa resep dokter. (ANTARA FOTO/ADWIT B PRAMONO)

Jakarta (ANTARA) - Pada Senin (26/7) Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa permintaan obat COVID-19 melonjak sampai 12 kali lipat dan Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengemukakan hambatan dalam pendistribusian vaksin COVID-19 ke berbagai daerah.

Selain itu ada warta lain mengenai vaksinasi, penyediaan fasilitas isolasi bagi penderita COVID-19, dan penyaluran bantuan sosial dari pemerintah yang bisa disimak kembali dalam rangkuman berita berikut.

Permintaan obat COVID-19 melonjak 12 kali lipat

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa permintaan obat-obatan untuk penanganan COVID-19 melonjak hingga 12 kali lipat. "Sejak 1 Juni sampai sekarang telah terjadi lonjakan yang luar biasa dari kebutuhan obat-obatan. Lonjakan itu besarnya sekitar 12 kali lipat," katanya.

Distribusi vaksin COVID-19 terhambat keterbatasan stok

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan bahwa distribusi vaksin COVID-19 ke sejumlah daerah terhambat karena stok vaksin pemerintah terbatas. "Permasalahan sebenarnya adalah karena memang vaksinnya belum datang semua. Kita butuh vaksin 426 juta dosis. Yang kita terima sampai saat ini 130 juta dosis," katanya.

Vaksinasi tingkatkan peluang sembuh dari serangan COVID-19

Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio mengatakan bahwa orang yang sudah mendapat vaksinasi jika terserang COVID-19 punya peluang lebih besar untuk cepat sembuh dibandingkan dengan orang yang belum menjalani vaksinasi. "Walaupun bisa terinfeksi lagi tapi sebagian besar infeksinya tidak berat dan cepat sembuh itu manfaat dari vaksin juga," katanya.

BNPB: Tingkat keterisian sejumlah fasilitas isolasi terpusat sudah rendah

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Letnan Jenderal (Letjen) TNI Ganip Warsito mengatakan bahwa tingkat keterisian beberapa fasilitas isolasi terpusat bagi pasien COVID-19 di DKI Jakarta sudah rendah. "Kondisi sekarang hunian kecil, di Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Kemayoran, Jakarta, hari ini tingkat keterisian tempat tidurnya sekitar 47 persen. Lalu di Rumah Susun Nagrak baru terisi 260 orang. Masih sangat kosong," katanya.

Pemerintah percepat penyaluran bantuan di wilayah PPKM level 4

Kementerian Sosial berupaya mempercepat penyaluran bantuan sosial di wilayah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4, termasuk bantuan sosial tunai, bantuan pangan non-tunai, dan bantuan dalam Program Keluarga Harapan (PKH).

 
Pewarta : Asep Firmansyah
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2021