Kasus positif COVID-19 Sleman bertambah 305 kasus 20.317 orang

Kasus positif COVID-19 Sleman bertambah 305 kasus 20.317 orang

Perkembangan kasus COVID-19 di Sleman pada 23 Juni 2021. Foto ANTARA/HO-Satgas COVID-19 Sleman

Sleman (ANTARA) - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat terdapat penambahan kasus konfirmasi positif COVID-19 sebanyak 305 kasus pada Rabu 23 Juni 2021 sehingga total kasus di wilayah setempat mencapai sebanyak 20.317 orang.

"Jumlah penambahan kasus harian konfirmasi positif COVID-19 di Sleman ini merupakan catatan yang tertinggi, tembus di atas angka 300 kasus dalam sehari," kata Juru Bicara Satgas COVID-19 Kabupaten Sleman Shavitri Nurmaladewi di Sleman, Kamis.

Menurut dia, sedangkan untuk pasien konfirmasi positif COVID-19 yang dinyatakan sembuh pada 23 Juni kemarin tercatat sebanyak 50 orang dan pasien konfirmasi positif yang meninggal dunia tercatat ada sebanyak sembilan orang.

"Kasus pasien konfirmasi positif COVID-19 yang dinyatakan sembuh total hingga 23 Juni tercatat sebanyak 16.055 orang, sementara untuk pasien konfirmasi meninggal dunia sebanyak 575 kasus," katanya.

Baca juga: Lonjakan kasus COVID-19 menjadi fokus utama Rakorpimda Sleman

Baca juga: Kasus konfirmasi positif COVID-19 di Sleman naik tinggi


Ia mengatakan, untuk penambahan kasus harian pada 23 Juni, tertinggi terjadi di Kapanewon (Kecamatan) Seyegan sebanyak 43 kasus, kemudian di Kecamatan Depok dan Ngaglik masing-masing sebanyak 35 kasus.

Selanjutnya di Kecamatan Ngemplak sebanyak 29 kasus, di Kecamatan Gamping 23 kasus, di Kecamatan Mlati dan Berbah masing-masing 20 kasus, Kecamatan Kalasan terjadi penambahan kasus positif sebanyak 19 kasus, Tempel 17 kasus, Sleman 14 kasus dan Kecamatan Godean, Moyudan dan Turi masing-masing 11 kasus.

"Di Cangkringan satu kasus, di Prambanan tiga kasus, Minggir empat kasus dan di Kecamatan Pakem sembilan kasus," katanya.

Shavitri mengatakan, untuk kasus pasien dinyatakan sembuh yakni di Kecamatan Berbah sebanyak 26 orang, Depok enam orang, Pakem lima orang, Gamping dan Mlati masing-masing tiga orang Godaan, Kalasan dan Cangkringan masing-masing dua orang dan Kecamatan Prambanan satu orang.

"Sementara untuk pasien konfirmasi positif yang meninggal dunia meliputi di Prambanan dan Ngaglik masing-masing dua orang dan di Gamping, Kalasan, Ngemplak dan Kecamatan Tempel masing-masing satu orang," katanya.

Baca juga: Epidemiolog: Mobilitas warga Kecamatan Ngemplak Sleman perlu dibatasi

Baca juga: Dinkes Sleman mulai layani vaksinasi warga pralansia
Pewarta : Victorianus Sat Pranyoto
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021