Ada 204 kasus COVID-19, Wali Kota sebut situasi Bogor genting

Ada 204 kasus COVID-19, Wali Kota sebut situasi Bogor genting

Wali Kota Bogor Bima Arya (ANTARA/HO/Pemkot Bogor)

Bogor (ANTARA) - Wali Kota Bogor, Jawa Barat, Bima Arya menyatakan Kota Bogor dalam situasi genting terkait penularan COVID-19 dan harus disikapi secara serius, karena dalam sehari terkonfirmasi 204 kasus positif COVID-19.

"Saya mendapat laporan dari Dinas Kesehatan, hari ini ada 204 kasus positif COVID-19. Ini  tertinggi selama pandemi COVID-19 sejak Maret tahun lalu," kata Bima Arya di Kota Bogor, Kamis.

Menurut Bima Arya, data tertinggi sebelumnya adalah 187 kasus positif COVID-19 dalam sehari pada Sabtu (6/2). "Setelah itu tidak ada lagi kasus positif yang melampui 187 kasus, apalagi sampai 200 kasus. Tapi, hari ini dilaporkan ada 204 kasus," katanya.

Baca juga: Tambah 24, positif COVID-19 di Ponpes Bina Madani Bogor jadi 93 kasus

Dampak dari melonjaknya kasus COVID-19 adalah tingkat keterisian tempat tidur (BOR) untuk pasien positif COVID-19 di rumah sakit rujukan juga meningkat.

Menurut Bima Arya, pada Kamis hari ini BOR pasien positif COVID-19 di rumah sakit mencapai 60 persen, padahal pada dua pekan lalu masih di bawah 20 persen. Sedangkan, Pusat Isolasi COVID-19 Kota Bogor di Gedung Pusdiklat BPKP di Ciawi Bogor dengan kapasitas 100 tempat tidur juga sudah penuh.

Baca juga: Satgas Penanganan COVID-19 batasi mobilitas warga Kota Bogor

Kondisi saat ini dinilai genting dan serius, sehingga Bima Arya selaku Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Kota Bogor bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), sepakat melakukan langkah-langkah antisipasi.

Langkah-langkah antisipasi tersebut, adalah mengingatkan seluruh warga Kota Bogor mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan. Kepada sektor usaha juga diingatkan untuk mematuhi protokol kesehatan yakni kapasitas maksimal 50 persen dan jam operasional paling malam sampai pukul 21.00 WIB.

Baca juga: Uji coba pembelajaran tatap muka di Kota Bogor dihentikan

Menurut Bima, Satgas Penanganan COVID-19, akan bersikap tegas melakukan penindakan terhadap perorangan maupun lembaga yang melanggar protokol kesehatan dan jam operasional.

Bima juga meningatkan, agar semua pihak di Kota Bogor menghindari kerumunan. "Tidak melakukan aktivitas yang melibatkan lebih dari 10 orang. Jika hal itu terjadi maka akan ditindak tegas," katanya.

Baca juga: Pemkot Bogor antisipasi lonjakan COVID-19 dengan terapkan PPKM mikro

Kemudian, pasar tradisional juga akan diberlakukan pembatasan jam operasional, yang teknisnya akan diumumkan oleh PD Pasar Pakuan Jaya.

Menurut Bima Arya, pedestrian pada jalur sistem satu arah yang melingkari Kebun Raya Bogor (KRB), akan ditutup pada akhir pekan, Sabtu dan Minggu, tidak bisa digunakan oleh publik.

Baca juga: 11 nakes positif COVID-19, puskesmas di Kota Bogor ditutup sementara

Satgas COVID-19 Kota Bogor juga menerapkan syarat kepada tempat wisata, agar mewajibkan mengunjungnya memiliki hasil tes swab antigen dan membatasi pengunjung maksimal 50 persen.

Satgas Penanganan COVID-19 melalui Polresta Bogor Kota, juga menerapkan kebijakan ganjil-genap bagi kendaraan bermotor pada setiap akhir pekan, mulai pukul 10:00 WIB hingga 16.00 WIB.

Baca juga: Kabupaten Bogor targetkan vaksinasi COVID-19 kepada 1,2 juta jiwa

 
Pewarta : Riza Harahap
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021