Pemkab Cianjur tambah tempat tidur untuk isolasi pasien COVID-19

Pemkab Cianjur tambah tempat tidur untuk isolasi pasien COVID-19

Bupati Cianjur, Jawa Barat, Herman Suherman (ANTARA/Ahmad Fikri)

Cianjur (ANTARA) - Pemkab Cianjur, Jawa Barat, menambah puluhan tempat tidur untuk isolasi di RSUD Cianjur, seiring meningkatnya angka penularan COVID-19 sejak liburan panjang Lebaran hingga kini angka penularan bertambah sebanyak 526 kasus positif.

Bupati Cianjur, Herman Suherman di Cianjur Kamis mengatakan melonjaknya kasus positif membuat keterisian ruang isolasi di rumah sakit dan vila khusus yang beberapa bulan terakhir hanya 30 persen, meningkat menjadi 54 persen dari total 200 tempat tidur.

"Sehingga ada kenaikan hingga 20 persen dan kemungkinan akan terus meningkat, untuk antisipasi pemerintah daerah, menambah jumlah kasur di ruang isolasi yang awalnya 200 tempat tidur menjadi 260 tempat tidur khusus di RSUD Cianjur," katanya.

Ia menjelaskan, hal yang sama juga terjadi di Vila Ciherang, sehingga pihaknya juga menambah ketersediaan kamar dan tempat tidur seiring kembali tingginya angka penularan sejak satu pekan terakhir. Tercatat 6.189 orang pasien positif selama pandemi dan 5.327 orang sembuh setelah menjalani isolasi.

Baca juga: Satgas COVID-19 isolasi satu kampung di Cidaun-Cianjur

Baca juga: Ruang isolasi COVID-19 di sejumlah rumah sakit dikurangi


"Sedangkan sisanya masih menjalani isolasi dengan kondisi kesehatan yang terus membaik. Sedangkan angka pasien meninggal hingga saat ini, sebanyak 160 orang. Kami berharap warga terus meningkatkan prokes dan menghindari kerumunan dan tidak membuat kerumunan," katanya.

Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Cianjur, Yusman Faisal, mengatakan meningkatnya pasien positif COVID-19 di Cianjur, termasuk di Vila Ciherang, sehingga upaya antisipasi dilakukan dengan menambah puluhan kamar isolasi dari 70 kamar menjadi 100 kamar lebih.

"Upaya tersebut, sebagai langkah tidak terjadinya antrian seperti bulan-bulan sebelumnya, serta sebagai upaya memudahkan tenaga medis dalam memberikan pelayanan dan pengawasan terhadap pasien positif," katanya.

Pihaknya terus mengimbau, seiring tingginya angka penularan diberbagai wilayah termasuk di Cianjur, warga lebih meningkatkan penerapan prokes dan membatasi kegiatan dil uar rumah, terutama di pusat keramaian agar terhindar dari virus berbahaya.

Baca juga: RS Universitas Udayana tambah ruang isolasi khusus pasien COVID-19

Baca juga: RSUD Kudus tambah ruang isolasi COVID-19 dengan memanfaatkan ruang VIP
Pewarta : Ahmad Fikri
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021