Dokter: Perkuat upaya pencegahan penularan COVID-19

Dokter: Perkuat upaya pencegahan penularan COVID-19

Dokter spesialis paru dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) cabang Jawa Tengah dr. Indah Rahmawati, Sp.P (ANTARA/HO - dok. pribadi)

Purwokerto (ANTARA) - Dokter spesialis paru dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) cabang Jawa Tengah dr. Indah Rahmawati, Sp.P mengingatkan bahwa upaya pencegahan penularan COVID-19 harus terus diperkuat di tengah tren peningkatan kasus di sejumlah daerah.

"Tindakan pencegahan harus terus diintensifkan, tujuannya untuk mengurangi kemungkinan penularan infeksi COVID-19," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa.

Dia mencontohkan salah satu langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain tetap berada di rumah dan mengurangi aktivitas di tempat umum.

"Jika tidak memungkinkan untuk terus berada di rumah atau ada kegiatan penting yang mengharuskan ke luar rumah maka harus diiringi dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat," katanya.

Baca juga: Dokter: Pemakaian masker ganda perkuat perlindungan hadapi COVID-19.

Baca juga: Yogyakarta akan perkuat KTR untuk dukung pencegahan COVID-19


Upaya lainnya yang dapat dilakukan, kata dia, adalah menguatkan tes usap atau tes PCR serta menggencarkan edukasi 5M yakni mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.

"Selain itu perlu juga menggencarkan 3T yaitu pemeriksaan atau testing, pelacakan atau tracing dan pengobatan atau treatment secara berkesinambungan," katanya.

"Upaya 3T perlu dilakukan secara intensif sambil terus menjalankan program vaksinasi COVID-19 sesuai jadwal yang ditentukan," katanya.

Dia juga mengatakan bagi masyarakat yang hasil tes usapnya menunjukkan positif COVID-19 namun tidak bergejala atau bergejala ringan dapat menjalankan isolasi mandiri di rumah atau ke tempat rujukan yang telah dipersiapkan Pemda setempat.

"Bagi masyarakat yang hasil tes PCR positif tetapi tidak bergejala atau bergejala ringan bisa isolasi mandiri di rumah atau di tempat karantina khusus, namun harus ada pengawasan oleh masyarakat sekitar atau petugas untuk mencegah penyebaran," katanya.

Dia menambahkan bahwa RS sebaiknya hanya merawat pasien COVID-19 yang bergejala sedang-berat atau dengan komorbid yang membutuhkan perawatan.

Sementara itu dia juga mengingatkan masyarakat untuk terus disiplin menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran COVID-19.*

Baca juga: PMI dan BNPB perkuat kerja sama percepatan penanggulangan COVID-19
Pewarta : Wuryanti Puspitasari
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021