Mahasiswa FTUI sabet "runner up" lomba keilmuan teknik industri Asia

Mahasiswa FTUI sabet

Tim The Three Musketeers, yakni tiga mahasiswa dari Departemen Teknik Industri FTUI angkatan 2018, yaitu Waskitha Tri Budiono, Daffa Alif Pratama, dan Ahmed Zaidan yang menyabet "runner up" ajang "Industrial Challenge" 2021. ANTARA/HO-Humas UI.

Depok (ANTARA) - Tiga mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) meraih juara kedua pada ajang "Industrial Challenge" 2021 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Dekan FTUI, Dr Ir Hendri D.S. Budiono, dalam keterangan di Depok, Kamis mengatakan pihaknya selalu mendukung para mahasiswa untuk berkompetisi, baik di dalam maupun di luar negeri.

Kompetisi-kompetisi itu, katanya, akan mengasah dan memacu semangat berinovasi para mahasiswa, sehingga dapat menghasilkan solusi-solusi bagi permasalahan yang dihadapi masyarakat.

"Saya sangat berharap hasil riset dan inovasi yang dipaparkan oleh mahasiswa akan dapat diterapkan ke depannya sebagai bentuk nyata sumbangsih dunia pendidikan pada negara," katanya.

Ketiga mahasiswa yang tergabung dalam tim "The Three Musketeers" tersebut berasal dari Departemen Teknik Industri FTUI angkatan 2018, yaitu Waskitha Tri Budiono, Daffa Alif Pratama, dan Ahmed Zaidan.

Tim tersebut menampilkan pemaparan  berjudul “Mempertahankan Pangsa Pasar Dari GoFood Sebagai Kontribusi Terbesar Gross Merchandise Value (GMV) Gojek".

Dalam pemaparannya, The Three Musketeers menawarkan lima solusi dengan memfokuskan pada Digital Customer Experience untuk pengguna GoFood sebagai fokus utama dan pengguna GoRide sebagai penunjang.

"GoFood merupakan penyumbang GMV yang signifikan bagi Gojek dan diprediksi akan terus seperti itu hingga masa yang akan datang. Meskipun demikian, saat ini, total pasar pesan-antar makanan online di Indonesia baru merambah 1,3 persen dari total potensi pasar," kata Waskitha.

Industrial Challenge (Inchall) 2021 merupakan lomba keilmuan teknik industri tingkat Asia, berupa penyelesaian masalah ide bisnis dengan menggunakan studi kasus berbagai perusahaan terkemuka di Indonesia.

Tahun ini merupakan pertama kalinya Inchall diselenggarakan sepenuhnya secara virtual dan diikuti oleh 122 tim. Pada babak final, lima tim finalis diminta untuk memberikan solusi terbaik atas sebuah kasus bisnis dan harus disampaikan dalam waktu enam jam sejak kasus diberikan.

"Solusi yang ditawarkan tim kami di final, secara garis besar adalah meningkatkan 'user-generated content' dalam aplikasi Gojek dan menerapkan prinsip Jacob Nielsen's Usability Heuristic sebagai panduan perbaikan desain user interface. Kami juga menekankan keterkaitan antara pengalaman pelanggan GoFood dan GoRide sehingga solusi yang kami usulkan diterapkan pada beberapa layanan sekaligus," kata Ahmed Zaidan selaku ketua tim Three Musketeers.

"Kami sangat berharap seluruh solusi yang kami tawarkan dapat membantu Gojek sebagai salah satu decacorn kebanggaan Indonesia untuk dapat terus mengembangkan pangsa pasar GoFood di Indonesia dan Asia Tenggara,” tambah Daffa Alif Pratama.

Kompetisi keilmuan teknik industri tingkat Asia tersebut dilaksanakan secara daring pada 4 Maret – 2 Mei 2021.

Baca juga: Fakultas Teknik UI miliki simulator pembangkit listrik tenaga uap

Baca juga: Pengukuran kualitas air laut di Indonesia dirintis "UI BlueMetric"

Baca juga: Di Fakultas Teknik UI, Indocement gelar program "Goes To Campus"

Baca juga: Menanti kapal tanpa awak UI berlaga di Amerika Serikat
Pewarta : Feru Lantara
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021