Ratusan dosen PMII hadiri Muktamar Pemikiran di UIN Tulungagung

Ratusan dosen PMII hadiri Muktamar Pemikiran di UIN Tulungagung

Ratusan dosen mengikuti kegiatan pembukaan Muktamar Pemikiran di kampus UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Senin (5/4/2021). ANTARA/HO-IKAPMII.

Tulungagung, Jatim (ANTARA) - Ratusan dosen yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) dari berbagai kampus di Indonesia menghadiri perhelatan Muktamar Pemikiran di Universitas Islam Negeri (UIN) Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Tulungagung, Jawa Timur, Senin (5/4).

Seremoni pembukaan dilakukan secara daring dan luring yang dihadiri belasan tokoh nasional di gedung Arief Muttaqien UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.

Tokoh yang hadir yaitu Wakil Ketua MPR RI Jazilul Wafaid atau Gus Jazil, Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Ami, Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar, serta anggota DPR RI Anggia Ermarini.

Sementara beberapa tokoh dan peserta muktamar mengikuti secara daring dengan memanfaatkan aplikasi zoom meeting, salah satunya Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj yang menjadi pembicara tunggal dalam seminar sesi pertama dalam kegiatan ini, memberi sambutan dan menyapa peserta muktamar dari layar besar yang disediakan panitia penyelenggara.

Baca juga: DPR berharap Muktamar Pemikiran Dosen PMII lahirkan solusi bangsa
 
Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar membuka Muktamar Pemikiran di kampus UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Senin (5/4/2021).  ANTARA/HO-Dok.pribadi


KH Said Aqil Siradj dalam sambutannya, memberi apresiasi atas pelaksanaan muktamar yang dinilai akan menjadi sumbangsih penting bagi kemajuan Bangsa Indonesia.

Seminar sesi pertama tersebut, mengusung tajuk "Indonesia Emas, Isu dan Tantangan Masa Kini".

Rektor IAIN Tulungagung Maftukhin yang memberi sambutan pertama menyatakan, selain bertujuan mendata kader IKA PMII yang saat ini berprofesi menjadi dosen, Muktamar Pemikiran bertujuan sebagai bentuk sumbangsih untuk menyukseskan program Indonesia Emas di tahun 2045.

Beragam isu mulai dari ekonomi, sosial hingga politik akan menjadi topik pembahasan peserta muktamar. "Ini murni muktamar pemikiran untuk dosen yang tergabung dalam IKAPMII, tidak ada kepentingan lain," kata Maftukhin menepis dugaan adanya motif lain penyelenggaraan Muktamar Pemikiran oleh Forum Dosen PMII di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.

Baca juga: Ketua PMII dorong tokoh agama beri ajaran moderat pascateror di gereja

Ia juga membantah dugaan muktamar digelar dalam rangka persiapan Pemilu 2024. "Ini juga sebagai salah satu upaya untuk menyiapkan generasi muda menyongsong program Indonesia Emas 2045 atau seratus tahun Indonesia Merdeka," lanjutnya.

Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin iskandar atau Gus Ami yang membuka resmi perhelatan muktamar menyatakan, butuh gagasan komprehensif untuk mencari jalan keluar tepat dan efektif untuk membantu Indonesia keluar dari dampak buruk pandemi COVID-19.

"Muktamar pemikiran ini menjadi jalan luar, road map untuk mengatasi keadaan dengan cepat. Mereka ini para pemikir, para ahli, dan guru besar,” ujar Muhaimin.

Ia mengatakan, gagasan yang dihasilkan dari Mukmamar Pemikiran Forum Dosen ini akan disebarluaskan.

"Saya yakin hasil mukmatar akan menjadi ide nasional, dan akan digunakan para pengambil kebijakan. Gagasan soal Indonesia pasti akan bicara tentang ke-Islaman," katanya.

Baca juga: Presiden Jokowi: PMII harus jadi organisasi inovatif dan adaptif
Baca juga: Forum dosen PMII gagas muktamar pemikiran bahas bonus demografi 2045

 
Pewarta : Destyan H. Sujarwoko
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021