BKKBN apresiasi Kubu Raya dengan aplikasi Geoportal WebGis

BKKBN apresiasi Kubu Raya dengan aplikasi Geoportal WebGis

Pelaksana Tugas Adpin BKKBN Dwi Listyawardani didampingi Kaper BKKBN Kalbar Tenny C. Soriton saat kunjungan kerja ke Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan di ruang kerjanya. (ANTARA/Slamet Ardiansyah)

Pontianak (ANTARA) - Pelaksana Tugas Advokasi, Penggerakan, dan Informasi BKKBN Dwi Listyawardani dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Kubu Raya memberikan apresiasi kepada daerah tersebut yang telah menggunakan aplikasi berbasis data dan informasi geospasial yang diberi nama Geoportal dan WebGis "Kepong Bakol".

"Kami ingin belajar dari Pemerintah Kabupaten Kubu Raya yang telah mengembangkan sebuah sistem terpadu sehingga bisa mendapat berbagai data yang bersumber dari lapangan, terutama sampai ke tingkat rumah tangga," kata dia di Kubu Raya, Sabtu.

Terkait dengan hal itu, BKKBN akan mengadakan Pendataan Keluarga Tahun 2021 (PK21) yang akan dilaksanakan April-Mei mendatang, di mana para petugas pendata dan kader BKKBN akan mengunjungi seluruh keluarga satu persatu sehingga hasilnya bisa dipadukan dengan sistem yang sudah dikembangkan di Pemkab Kubu Raya melalui GeoPortal WebGis "Kepong Bakol".

"Dengan ini semakin lengkap apa yang sudah dirancang, diisi dari berbagai sumber data dan bukan saja dari BKKBN melainkan juga dari dinas-dinas lain yang ada di Kabupaten Kubu Raya," katanya.

Baca juga: BKKBN lakukan Pendataan Keluarga 2021 untuk potret kondisi keluarga

Dia menjelaskan bahwa BKKBN akan konsentrasi pada pembangunan sumber daya manusia.  Hal yang diinginkan semua data berkaitan dengan keluarga, penduduk, individual berdasarkan siklus hidupnya mulai dari bayi sampai dengan lansia ada.

"Jadi bila diperlukan intervensi berupa bantuan apapun kepada masyarakat maka akan tepat sasaran karena memang kita belajar dari pengalaman," katanya.

Dia menyebutkan selama ini data menjadi masalah sehingga banyak intervensi tidak tepat sasaran, terutama sasaran untuk masyarakat yang kurang.

Seharusnya, kata dia, justru berbagai persoalan ini fokusnya memang prioritas kepada masyarakat yang kurang akan tetapi karena datanya meleset sehingga program tersebut tidak bisa sukses.

"Kami berharap dengan keberadaan sistem yang dikembangkan seperti Pemkab Kubu Raya ini bisa menjadi contoh kepada kabupaten lainnya. Pendataan yang kami lakukan ini akan mengisi data keluarga dan individu dan terus diperkuat, dengan langsung masuk ke individu dalam pendataan tersebut," katanya.

Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengatakan pihaknya bertekad menyelenggarakan penguatan satu data dan informasi geospasial yang terpadu, akurat, mutakhir, bermanfaat, serta terbuka.

"Kami juga bertekad memperkuat arah kebijakan satu peta dengan berbagai data dan informasi geospasial melalui Geoportal Kabupaten Kubu Raya dengan prinsip kinerja yang fokus, masif, mendarat, terukur, dan berdampak," katanya.

Baca juga: BKKBN pendataan untuk indeks pembangunan keluarga
Baca juga: Kepala BKKBN sebut bonus demografi harus dimanfaatkan dongkrak ekonomi
Pewarta : Andilala dan Slamet Ardiansyah
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2021