Enam jenis kanker yang mengintai wanita

Enam jenis kanker yang mengintai wanita

Ilustrasi kanker serviks (ANTARA/Shutterstock)

Jakarta (ANTARA) - Setelah penyakit jantung, kanker adalah penyebab kematian paling umum kedua pada wanita. Dari enam hingga tujuh jenis kanker yang banyak menyerang wanita, kanker payudara adalah yang paling berbahaya.

Dilansir Boldsky, Selasa, kanker paru-paru menyerang lebih dari 10.000 wanita setiap tahun, diikuti oleh kanker kolorektal dan kanker ovarium. Kanker rahim umum terjadi pada wanita Asia dan Pasifik yang menyebabkan lebih dari 2000 kematian setiap tahun.

Jenis kanker tertentu sering terjadi pada wanita, oleh karenanya penting untuk memahami kondisi ini termasuk cara pencegahan dan deteksi dini. Berikut adalah enam jenis kanker yang mengintai pada wanita.

Baca juga: BPOM apresiasi ekspor obat onkologi Indonesia ke Aljazair

1. Kanker serviks

Gejala umum kanker serviks adalah perdarahan vagina, nyeri saat berhubungan seksual, keputihan, sakit punggung, kehilangan nafsu makan dan lainnya. Karena kanker serviks sangat dapat disembuhkan, disarankan untuk didiagnosis dan diobati pada tahap awal.

Tes skrining kanker serviks, seperti pap smear, dapat mendeteksi perubahan seluler di serviks, yang berpotensi menyebabkan kanker.

2. Kanker payudara

Kanker payudara adalah jenis kanker non kulit yang paling umum. Gejala kanker payudara yang paling umum adalah benjolan di payudara, perubahan pada kulit payudara, keluarnya cairan dari puting, pembengkakan di bawah lengan dan leher.

Meskipun kondisi ini dapat terjadi pada semua usia, tingkat risiko umumnya meningkat saat bertambahnya usia.

Tes skrining kanker payudara seperti mammogram dan ultrasound dapat membantu mendeteksi sel prakanker dan kanker pada wanita yang tidak memiliki gejala.

3. Kanker rahim (Endometrium)

Kanker endometrium atau rahim adalah pertumbuhan cepat sel-sel di endometrium (lapisan rahim). Faktor risiko utama yang terkait dengan kanker rahim adalah menopause, obesitas, diabetes, estrogen tanpa lawan, dan hipertensi. Tidak ada tes skrining rutin yang tersedia untuk mendeteksi kanker rahim pada wanita yang tidak memiliki gejala.

Baca juga: Kunci turunkan kanker bukan pengobatan canggih, tapi deteksi dini

4. Kanker ovarium

Jenis kanker ini menyerang wanita setelah usia 55 tahun. Karena tidak ada metode skrining yang terbukti cukup andal dalam mendeteksi kanker ovarium, cara terbaik untuk mendeteksi kanker ovarium adalah dengan memahami faktor risiko seperti riwayat keluarga atau gen, angka kelahiran rendah, menstruasi pertama lebih awal, menopause terlambat dan lainnya.

5. Kanker tiroid

Kanker tiroid adalah kanker kelenjar tiroid. Menurut National Cancer Institute, pada wanita kemungkinan terkena kanker tiroid tiga kali lebih banyak daripada pria.

Kanker tiroid terutama terjadi bila ada mutasi genetik pada sel tiroid. Penyebab pasti dari mutasi atau perubahan faktor DNA masih belum diketahui.

Melakukan 'pemeriksaan leher' yang dilakukan oleh seorang profesional medis dapat membantu meningkatkan kemungkinan deteksi dini.

6. Kanker usus besar

Kanker usus besar adalah jenis kanker yang dimulai di usus besar dan disebut juga kanker kolorektal. Kanker usus besar biasanya dilaporkan pada orang dewasa yang lebih tua, meski bisa terjadi pada semua usia.

Biasanya dimulai sebagai gumpalan sel kecil non-kanker di bagian dalam usus besar. Seiring waktu, beberapa polip ini bisa menjadi kanker usus besar.

Perawatan yang tepat waktu dapat membantu mengelola dan mencegah peningkatan kanker melalui pembedahan, terapi radiasi, dan perawatan obat, seperti kemoterapi, terapi bertarget, dan imunoterapi.

Baca juga: Suga BTS ulang tahun, donasikan miliaran untuk pasien kanker

Baca juga: Kesha Ratuliu ajak kaum milenial vaksinasi HPV sebelum menikah

Baca juga: BKKBN upayakan vaksin HPV jadi bagian skrining wajib pranikah
Pewarta : Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2021