Ford Mustang Mach-E akan diproduksi di China

Ford Mustang Mach-E akan diproduksi di China

Ford Mustang March E (ANTARA/Motor1)

Jakarta (ANTARA) - Pengiriman Mustang Mach-E 2021 ditunda di Amerika Serikat, tetapi hal itu tidak menghentikan niat Ford untuk tetap memproduksi kendaraan itu ke pasar otomotif terbesar di dunia, yakni China.

Nantinya, produksi akan ditangani oleh Changan Ford, dan Mustang Mach-E China akan dibatasi secara ketat untuk pasar lokal. Kabarnya, kendaraan ini akan mulai di pasarkan di China pada akhir tahun.

Ford Mustang Mach-E yang di pasarkan di China, nantinya akan menggunakan motor ganda yang dapat berakselarasi dari 0 hingga 100km hanya dengan tiga detik.

Baca juga: Hanya 700 unit, Ford Mustang Mach 1 siap meluncur pada 2021

Dikutip dari CarsCoops, Jumat, Ford masih belum memberikan detil dari spesifikasi mobil itu. Jika berkaca pada yang berada di Amerika Serikat (AS), mobil ini memiliki tenaga 480 hp dan torsi hingga 634 pound-feet (860 Nm) dengan perkiraan jarak tempuh 235 mil (378 km) dengan baterai 88 kwh terisi penuh.

Dari segi fitur, mobil ini hadir dengan rangkaian sistem bantuan pengemudi, fungsi mengemudi semi-otonom Level 2+ yang akan memungkinkan mengemudi tanpa menggunakan tangan dalam skenario tertentu, pembaruan over-the-air, sistem infotainment SYNC + dan lainnya.

Ford mengklaim bahwa ini adalah produsen mobil pertama di China yang menawarkan teknologi kendaraan untuk segalanya (C-V2X) seluler dalam kendaraan produksi massal, fitur yang akan disertakan dalam Mach-E.

Berdasarkan standar lokal, versi paling hemat dari Mustang Mach-E yang dibangun di China akan memiliki perkiraan otonomi lebih dari 600 km (373 mil).

Baca juga: Ford-150 dan Mustang Mach-E mobil terbaik Amerika Utara

Baca juga: Ford rilis Mustang listrik tercepat ke 100km/jam 3,5 detik

Baca juga: Ford Mustang Mach-E lolos sertifikasi EPA, mampu jangkau 480 km
Pewarta : Chairul Rohman
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2021