Kemarin, platform "big data" insinyur hingga lahan gambut untuk pangan

Kemarin, platform

Ilustrasi - Petani menanam padi di lahan bekas gambut di Desa Belanti Siam, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Kamis (11/6/2020). ANTARA FOTO/Makna Zaezar/aww.

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah informasi penting menghiasi berita ekonomi pada Sabtu (17/10/2020) kemarin, mulai dari perlunya platform digital berupa big data insinyur sedunia hingga lahan gambut dapat dimanfaatkan untuk area produksi pangan.

Berikut lima berita di antaranya yang masih layak disimak:


1. PII: Insinyur sedunia harus berkolaborasi hadapi pandemi

Persatuan Insinyur Indonesia (PII) mengusulkan perlunya platform digital berupa big data insinyur sedunia sebagai sarana kolaborasi para insinyur menghadapi persoalan global.

Saat pandemi COVID-19 seperti sekarang ini, dibutuhkan kolaborasi para bioengineer (insinyur teknik hayati) dunia dalam percepatan pembuatan vaksin.

Selengkapnya di sini


2. Mendag lepas ekspor Rp10,68 miliar dari Yogyakarta ke AS dan Eropa

Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto melepas 25 kontainer ekspor dari 8 eksportir Yogyakarta senilai Rp10,68 miliar ke Amerika dan Eropa di Jogja Expo Center (JEC), Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang digelar 16-17 Oktober 2020.

“Pelepasan ekspor ini membuktikan bahwa produk-produk buatan dalam negeri berkualitas tinggi dan mampu bersaing di pasar internasional. Selain itu, pelepasan ekspor ini menunjukkan produk Indonesia mampu bertahan di tengah pandemi dan pelambatan ekonomi global,” kata Mendag lewat keterangan resmi di Jakarta, Sabtu.

Selengkapnya di sini


3. Pengamat sebut UU Cipta Kerja dapat kurangi pungli sektor transportasi

Pengamat transportasi Djoko Setijowarno mengatakan UU Cipta Kerja dapat mengurangi pungutan liar untuk kebutuhan analisis dampak lalu lintas (andalalin) yang selama ini dikeluhkan investor.

"Dengan UU Cipta Kerja ini bisa dikurangi," kata Djoko dalam pernyataan di Jakarta, Sabtu.

Selengkapnya di sini


4. Pemerintah perlu pastikan tata cara budidaya ikan ramah lingkungan

Ketua Komisi IV DPR RI Sudin mengingatkan pemerintah benar-benar memastikan bahwa tata cara pembudidayaan ikan di berbagai daerah dilakukan dengan menerapkan prinsip ramah lingkungan dan secara ekonomi berkelanjutan.

"Berbudidaya yang baik dan benar bukan hanya keuntungan tetapi ada manfaat ekonominya bagi masyarakat dan lebih penting lagi yaitu alamnya terjaga dengan baik," kata Sudin dalam rilis, Sabtu.

Selengkapnya di sini


5. Pakar: Lahan gambut bisa dimanfaatkan untuk produksi pangan

Guru besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University Prof Bambang Hero Saharjo mengatakan lahan gambut dapat dimanfaatkan untuk area produksi pangan sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.

"Pilihan yang masuk akal dengan melakukan kegiatan di lahan gambut yang memenuhi persyaratan teknis dan administrasi," kata Bambang melalui siaran pers dari IPB University yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Selengkapnya di sini

Pewarta : Zubi Mahrofi
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020