Kapal nelayan karam diterjang badai di Aceh Selatan, dua selamat

Kapal nelayan karam diterjang badai di Aceh Selatan, dua selamat

ilustrasi - Tim SAR melakukan pencarian korban Kapal KMP Refelia II yang tenggelam di Selat Bali, Banyuwangi, Jumat (4/3). KMP Rafelia II yang beroperasi dari Pelabuhan Gilimanuk Bali menuju Pelabuhan Ketapang, tenggelam di Selat Bali sekitar pukul 13.10 WIB. (Foto Budi Candra Setya)

Meulaboh (ANTARA) - Sebuah kapal nelayan asal Desa Pawoh, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Aceh Selatan, Senin siang karam di perairan setempat setelah diterjang badai dengan kecepatan tinggi saat sedang melaut di laut lepas.

Dua nelayan yang menumpang kapal nahas tersebut masing-masing Hauzul Hayadi (35) warga Dusun Harapan, Desa Manggis Harapan dan adik kandungnya Rinaldi (27) warga Desa Pawoh, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Aceh Selatan, selamat dari musibah tersebut.

“Dua nelayan ini berhasil ditemukan sekitar delapan mil dari Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Labuhan Haji, Aceh Selatan setelah dilakukan pencarian oleh tim SAR, TNI, Polri, bersama masyarakat nelayan,” kata Kepala Basarnas Banda Aceh Budiono diwakili Koordinator SAR Pos Meulaboh, Budi Darmawan, Senin malam.

Budi Darmawan menjelaskan, peristiwa kapal nelayan karam tersebut diketahui setelah salah satu korban menghubungi anggota keluarganya di darat bahwa kapal yang mereka tumpangi akan karam, setelah diterjang badai hebat.

Mendapatkan informasi tersebut, salah satu anggota keluarga korban, Syafrizaldi menghubungi nelayan dan otoritas setempat guna memberikan pertolongan.

Kedua korban mengabarkan kapal mereka hanyut ke arah selatan yakni ke kawasan Meukek atau Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Selatan.

Mendapatkan kabar tersebut, kata Budi Darmawan, sejumlah nelayan yang berada di laut kemudian dan di darat berupaya melakukan pencarian kepada kedua korban.

Dalam waktu yang tidak terlalu lama, kedua korban masing-masing Hauzul Hayadi dan Rinaldi berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.

Namun, kapal milik nelayan tersebut sudah karam di perairan setempat, karena sebelumnya kapal yang mereka tumpangi mati mesin setelah diterjang badai.

“Saat ini kedua nelayan sudah kembali ke keluarga masing-masing dalam keadaan selamat,” kata Budi Darmawan.

Baca juga: Kapal nelayan karam di perairan Rohil Riau, lima orang selamat

Baca juga: Buaya rawa menjadi kendala pencarian korban kapal karam di Riau

Baca juga: Petugas telusuri kapal karam berukuran besar terekam Googlemaps
Pewarta : Teuku Dedi Iskandar
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2020